HANI 2026 Banyuwangi: Pemerintah dan Masyarakat Bersatu Deklarasikan Perang Melawan Narkoba

BANYUWANGI – Peringatan Hari Anti Narkotika Internasional (HANI) 2026 di Banyuwangi menjadi momentum memperkuat sinergi lintas sektor dalam memerangi penyalahgunaan dan peredaran gelap narkotika. Pemerintah, aparat penegak hukum, dunia pendidikan, tokoh agama, hingga komunitas relawan menegaskan komitmen bersama mewujudkan Banyuwangi Bersih Narkoba (Bersinar).

Mengusung tema nasional “Membangun Generasi Sehat, Cerdas, dan Kuat Melalui Gerakan Ananda Bersinar Menuju Indonesia Emas 2045”, rangkaian HANI berlangsung selama dua hari. Kegiatan diawali dengan diskusi publik di Basecamp Rumah Kebangsaan Banyuwangi yang membahas penguatan pendidikan antinarkoba sebagai bagian dari pengembangan kurikulum P4GN.

Kepala BNNK Banyuwangi, Kombes Pol. Rachmat Kurniawan, menegaskan perang melawan narkoba tidak dapat dilakukan oleh satu lembaga saja. Menurutnya, keberhasilan hanya bisa diraih melalui kolaborasi pemerintah, keluarga, sekolah, aparat penegak hukum, tokoh agama, organisasi masyarakat, dan relawan.

Komitmen serupa disampaikan berbagai instansi. Bakesbangpol menilai pencegahan narkoba merupakan investasi jangka panjang untuk memperkuat ketahanan bangsa. Dinas Sosial menekankan pentingnya rehabilitasi bagi korban penyalahgunaan narkoba agar dapat kembali produktif di tengah masyarakat. Sementara Dinas Pendidikan dan Kementerian Agama menegaskan sekolah serta nilai-nilai keagamaan harus menjadi benteng utama dalam membentuk karakter generasi muda yang bebas narkoba.

Dari sisi penegakan hukum, Satresnarkoba Polresta Banyuwangi memastikan akan terus memberantas jaringan pengedar. Namun, upaya pencegahan dinilai tetap menjadi langkah paling efektif memutus mata rantai peredaran narkotika.

Puncak peringatan HANI 2026 digelar di Banyuwangi Creative Market Car Free Day (BCM CFD), Taman Blambangan, Minggu (28/6/2026). Ratusan warga mengikuti kampanye “Bersinar Tanpa Narkoba” yang diisi edukasi publik, orasi, penandatanganan komitmen P4GN, serta deklarasi bersama mewujudkan Banyuwangi Bersinar.

Berbagai organisasi dan komunitas antinarkoba turut menyatakan kesiapan memperkuat edukasi serta pendampingan masyarakat. Mereka sepakat gerakan antinarkoba harus menjadi gerakan sosial yang berkelanjutan, bukan sekadar seremoni tahunan.

Ketua Rumah Kebangsaan Banyuwangi sekaligus Ketua YAN LPSS, Hakim Said, S.H., menegaskan perang terhadap narkoba merupakan tanggung jawab moral seluruh elemen bangsa.

“Jika masyarakat bersatu, Banyuwangi benar-benar dapat menjadi daerah yang Bersinar, bersih dari narkoba. Semangat HANI 2026 harus menjadi awal lahirnya kolaborasi yang lebih kuat menuju Indonesia Emas 2045,” ujarnya.

Rangkaian kegiatan ditutup dengan penandatanganan komitmen bersama mendukung P4GN dan doa bersama. Semangat kolaborasi yang terbangun dalam HANI 2026 menjadi bukti bahwa pemberantasan narkoba hanya dapat berhasil melalui sinergi pemerintah, aparat, dunia pendidikan, tokoh agama, organisasi masyarakat, dan seluruh elemen warga demi melindungi generasi muda serta mewujudkan Indonesia Emas 2045. (Ilham)