Actanews.id – Dalam rangka memperingati Hari Kemerdekaan RI ke-79 dan HUT Pramuka ke-63, Pemerintah Kabupaten Banyuwangi menggelar dua acara besar dalam satu hari, yaitu Karnaval Merdeka pada pagi hari dan malamnya digelar Parade Lampion, Selasa (20/8/2024). Parade Lampion ini diikuti oleh cabang gerakan Pramuka Kabupaten Banyuwangi Pramuka Penggalang SD dan MI sebanyak 8 gugus, Pramuka Penggalang SMP/MTS 11 regu dan penegak SMA/SMK/MA 9 regu.

Bupati Banyuwangi, Ipuk Fiestiandani, dalam sambutannya, menekankan pentingnya menjaga harapan dan semangat dalam kehidupan berbangsa. “Alhamdulillah, kita bersyukur kepada Allah SWT, meskipun acara ini sempat tertunda, namun esensi dari Parade Lampion ini tetap terjaga. Seperti yang pernah diungkapkan oleh Bung Karno, bangsa yang besar adalah bangsa yang tidak pernah kehilangan harapan dan semangat,” ujar Bupati Ipuk.


Bupati Ipuk juga menjelaskan bahwa Parade Lampion ini merupakan simbol keberagaman budaya dan tradisi di Banyuwangi. “Lampion-lampion ini mencerminkan kekayaan budaya kita yang beragam. Mereka adalah simbol dari mimpi-mimpi dan cita-cita yang harus terus kita perjuangkan. Banyuwangi telah meraih banyak penghargaan, dan ini semua berkat kerja keras kita bersama. Mari kita tingkatkan kolaborasi dan sinergi agar prestasi Banyuwangi semakin gemilang,” tambahnya.

Acara ini dibuka dengan penampilan tari Mustika Barong yang memukau, dibawakan oleh siswa-siswi SMAN Rogojampi. Penampilan ini disusul oleh barisan atraksi dari peserta parade denan mengambil rute start di depan kantor Bupati dan finish di Lapangan Blambangan, yang sukses memukau Bupati Ipuk dan para tamu undangan serta tentunya masyarakat Banyuwangi yang terus antusias menyaksikan.


Dengan semangat kemerdekaan dan kekompakan seluruh elemen masyarakat, Parade Lampion Banyuwangi 2024 menjadi simbol harapan dan perjuangan masyarakat Banyuwangi menuju lebih baik.
