Actanews.id – Dua jamaah haji asal Kabupaten Banyuwangi, salah satunya Halidin dari Desa Ketapang, Kecamatan Kalipuro, mengikuti Safari Wukuf pada sektor 10 dari Bilal Hotel, Kamis (13/6/2024). Kedua jamaah itu merupakan bagian dari kloter SUB-60 dan SUB-58 yang mendapatkan bantuan dari petugas kloter dan Satgas lansia, karena kondisi kesehatan mereka yang membutuhkan kursi roda.
Dalam sektor 10, hanya 27 jamaah haji yang diikutsertakan dalam Safari Wukuf. Kegiatan ini diselenggarakan oleh Klinik Kesehatan Haji Indonesia (KKHI) untuk memfasilitasi jamaah yang tidak dapat berwukuf secara mandiri. Bagi jamaah yang dirawat di Rumah Sakit Arab Saudi (RSAS), mereka dipindahkan ke RS Arofah agar tetap dapat melaksanakan wukuf di rumah sakit.

Ketua kloter SUB-58, Syafaat, menjelaskan bahwa sebelum keberangkatan ke Arofah, jamaah diklasifikasikan berdasarkan kondisi kesehatan mereka. Ada yang mengikuti Safari Wukuf, murur, dan kegiatan haji biasa. “Kami berusaha maksimal untuk kesempurnaan haji jamaah Kabupaten Banyuwangi,” ujar Syafaat.
Dokter kloter SUB-58, Zuwwidatul Husna, menyatakan bahwa Halidin mengalami stroke sehingga sebagian tubuhnya sulit digerakkan. “Jumlah pendaftar murur sebelumnya sangat banyak, namun setiap kloter hanya dibatasi untuk 93 jamaah,” kata Wida.
Safari Wukuf merupakan salah satu bentuk layanan khusus yang diberikan untuk memastikan semua jamaah haji, termasuk mereka yang memiliki kondisi kesehatan tertentu, dapat menjalankan ibadah haji dengan sempurna. Komitmen ini menunjukkan dedikasi petugas haji dalam mendukung para jamaah untuk memenuhi rukun Islam kelima dengan sebaik-baiknya.
