Ziarah Nasional di TMP Banyuwangi Peringati HUT ke-80 TNI, Danlanal Letkol Laut (P) Muhammad Puji Santoso, M.Sc., Bertindak Selaku Inspektur Upacara

Banyuwangi, Actanews.id – Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-80 Tentara Nasional Indonesia (TNI) di Banyuwangi ditandai dengan Upacara Ziarah Nasional di Taman Makam Pahlawan (TMP) Wisma Raga Satria, Kelurahan Tukangkayu, Kecamatan Banyuwangi, Jumat (3/10/2025) pagi.

Mengusung tema “TNI Prima, TNI Rakyat, Indonesia Maju”, upacara berlangsung khidmat dengan diikuti sekitar 260 peserta. Mereka terdiri dari prajurit TNI, veteran, organisasi kemasyarakatan, hingga keluarga besar TNI. Bertindak sebagai Inspektur Upacara, Komandan Lanal (Danlanal) Banyuwangi Letkol Laut (P) Muhammad Puji Santoso, M.Sc.

Susunan pasukan melibatkan unsur PAMA TNI, Kodim 0825/Banyuwangi, Lanal Banyuwangi, Puslatpur 7 Lampon, GM FKPPI PC-1325 Banyuwangi, Veteran, Persit, Jalasenastri, serta PIA. Kapten Arm Siswandi (Danramil Srono) bertugas sebagai Komandan Upacara, sementara Kapten Laut (S) I Gede A. Widiatmika (Lanal Banyuwangi) dipercaya sebagai Perwira Upacara.

Upacara dimulai tepat pukul 08.00 WIB dengan rangkaian penghormatan kepada arwah pahlawan, mengheningkan cipta, peletakan karangan bunga, pembacaan doa, hingga tabur bunga oleh seluruh peserta. Suasana hening menyelimuti TMP Wisma Raga Satria saat doa dipanjatkan untuk para pejuang bangsa.

Dalam amanatnya, Danlanal Banyuwangi menekankan pentingnya menjadikan pengorbanan pahlawan sebagai inspirasi pengabdian kepada bangsa.
“Para pahlawan mengajarkan kita arti pengorbanan, keikhlasan, dan cinta tanah air. Tugas kita sebagai generasi penerus adalah menjaga amanah itu dengan persatuan dan kerja nyata. TNI akan selalu berdiri kokoh bersama rakyat, karena dari rakyatlah TNI lahir dan untuk rakyat TNI mengabdi,” ujarnya.

Kassub Kogartab 0825/Banyuwangi, Mayor Inf W. Ali Mufid, melalui perwakilannya Kapten Laut (S) Mukhriji, menegaskan bahwa ziarah nasional bukan hanya agenda tahunan.
“Ini adalah wujud nyata penghormatan dan rasa terima kasih kita kepada para pahlawan. Dari pengorbanan merekalah kita bisa menikmati kemerdekaan. Semangat juang itu harus terus diwariskan dalam menjaga persatuan bangsa dan membangun Indonesia yang lebih maju,” jelasnya.

TMP Wisma Raga Satria bukan hanya tempat peristirahatan para pejuang, tetapi juga simbol perjuangan dan pengorbanan. Momentum ziarah ini menjadi pengingat bagi generasi muda bahwa kemerdekaan bukan hadiah, melainkan hasil perjuangan dan darah para pahlawan.

Upacara yang berlangsung hingga pukul 08.30 WIB itu berjalan tertib, aman, dan penuh rasa haru. Seluruh peserta meninggalkan TMP dengan semangat baru untuk terus menjaga persatuan bangsa.

Peringatan HUT TNI ke-80 melalui ziarah nasional ini menegaskan kembali bahwa TNI bersama rakyat adalah satu kesatuan yang tak terpisahkan dalam menjaga kedaulatan serta membangun Indonesia menuju masa depan yang gemilang.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *