SIDOARJO — Wakil Bupati Sidoarjo Mimik Idayana, S.A.P. menyoroti sejumlah aspek pelaksanaan proyek Perbaikan Sistem Rumah Pompa Sidokare I dan II. Sorotan tersebut mencakup kualitas material pasir dan besi serta minimnya jumlah tenaga kerja di lokasi proyek.
Saat melakukan peninjauan pada Senin (28/9/2026), Mimik mendapati setidaknya tiga pekerja berada di lokasi. Ia meminta pelaksanaan proyek tetap mengacu pada spesifikasi teknis dan target kontrak yang telah ditetapkan.
Dalam peninjauan tersebut, Mimik didampingi Kepala Inspektorat Sidoarjo Andjar Surjadianto, S.Sos., CGCAE., Camat Sidoarjo Aziz Muslim, serta Kabid Drainase Herwindo.
Mimik menegaskan pekerjaan harus diselesaikan sesuai kontrak yang berakhir pada 23 Desember 2026. Hal itu dinilai penting mengingat musim hujan segera tiba dan keberadaan sistem rumah pompa sangat berkaitan dengan pengendalian genangan di wilayah tersebut.
Ia juga mengingatkan agar proyek yang menggunakan anggaran cukup besar dikerjakan secara serius dan tidak mengabaikan kualitas.
“Pekerjaan harus sesuai spesifikasi dan memberikan manfaat bagi masyarakat,” tegasnya.
Sorotan tersebut kemudian ditanggapi Yono dari CV Putra Utama Perkasa selaku pelaksana proyek. Ia menyampaikan bahwa progres pekerjaan saat ini telah mencapai sekitar 40 persen.
Menurut Yono, capaian tersebut berada di atas progres yang seharusnya, yang diperkirakan baru sekitar 15 persen. Ia menjelaskan, progres tersebut turut dipengaruhi oleh pengadaan sejumlah peralatan utama.
Di antaranya pompa dengan nilai sekitar Rp1,9 miliar berkapasitas 3.000 liter per detik serta genset senilai sekitar Rp280 juta dengan daya 150 kVA.
Dengan perkembangan tersebut, Yono optimistis pekerjaan dapat diselesaikan lebih cepat dari batas akhir kontrak.
“Kami optimistis pekerjaan selesai 5 Desember 2026,” ujarnya.

Sementara itu, terkait penggunaan sheet pile yang sebelumnya menjadi perhatian dalam pelaksanaan proyek, Yono menjelaskan bahwa volume pekerjaan pada bagian tersebut relatif kecil.
Sebagai alternatif, pihak pelaksana menggunakan kisdam dan karung berisi pasir untuk mendukung pekerjaan di lokasi.
Sedangkan weremes, lanjut Yono, digunakan sebagai dudukan genset dan pompa pada bagian rumah pompa yang segera dibangun. (AGUS)
