Tidak Harus Hina Polisi, Agus Flores Ingatkan Pentingnya Sejarah Bhayangkara

Jakarta, Actanews.id  – Salah satu tokoh yang pernah terlibat dalam sejarah reformasi Polri, R. Mas MH Agus Rugiarto, SH, atau yang akrab disapa Agus Flores, menegaskan bahwa kritik terhadap Polri seharusnya dilakukan dengan cara yang bijak, bukan dengan hinaan. Hal itu disampaikan Agus dalam keterangannya di Jakarta, Senin malam (15/9).

Agus, yang juga dikenal sebagai mantan kader militan HMI di Sulawesi Tengah, menilai bahwa generasi penerus perlu memahami sejarah Bhayangkara sejak era Mahapatih Gajah Mada hingga perkembangan Polri saat ini. Menurutnya, warisan sejarah tersebut adalah modal penting untuk memperbaiki kinerja kepolisian, bukan alasan untuk terus mencaci maki.

“Kalau polisi salah, tegur saja. Katakan dengan baik, ‘tolong diperbaiki karena kinerjanya belum bagus’. Itu lebih bermanfaat daripada menghujat tanpa batas,” tegas Agus yang kini menjabat sebagai Ketua Umum Fast Respon Counter Opini Polri.

Ia mengaku sering merasa terganggu secara batin melihat kinerja kepolisian yang dinilainya masih jauh dari ideal. Namun, Agus menekankan bahwa kritik frontal yang disertai hinaan tidak akan membawa perubahan. Sebaliknya, memberikan masukan yang konstruktif justru akan menjadi amal kebaikan bagi siapa pun yang melakukannya.

Lebih lanjut, Agus mengaku dirinya terus memantau perkembangan Polri. Namun, sikapnya tidak berarti ikut-ikutan menjadi bagian dari kelompok netizen yang cenderung anti-polisi. “Saya selalu monitor kondisi Polri, tapi bukan berarti harus membenci. Memberikan wejangan positif jauh lebih bermanfaat,” ujarnya.

Pernyataan Agus Flores ini menjadi pengingat penting bahwa membangun institusi kepolisian membutuhkan dukungan kritik yang sehat, berimbang, dan berlandaskan semangat sejarah Bhayangkara, bukan sekadar ujaran kebencian.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *