Banyuwangi, ActaNews.id – Kegiatan Tagana Masuk Sekolah (TaMaSa) kembali digelar di Kecamatan Giri, Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur, Sabtu (9/8/2025). Tahun ini, program yang bertujuan menanamkan pengetahuan mitigasi bencana sejak dini itu melibatkan 27 satuan pendidikan, meliputi Kelompok Bermain (KB), Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD), dan Taman Kanak-kanak (TK) se-Kecamatan Giri.

Berlokasi di Lapangan Mojoroto, kegiatan berlangsung meriah dengan dihadiri sekitar 200 guru dan kepala sekolah, serta 550 anak usia dini. Rangkaian acara mencakup outbound, pengenalan mitigasi bencana kepada pendidik, simulasi penanganan kebakaran, serta gladi simulasi gempa bumi.
“Tujuan utama TaMaSa adalah memberikan pemahaman dasar tentang mitigasi bencana, baik kepada pendidik maupun siswa. Materi disampaikan dengan cara yang menyenangkan agar anak-anak mudah memahami dan mengingat,” jelas Khoirul Hidayat, S.STP., M.Si., Kepala Bidang Perlindungan dan Jaminan Sosial Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan dan Keluarga Berencana (Disos PP dan KB) Banyuwangi.
Anak-anak terlihat antusias mengikuti setiap sesi, mulai dari permainan peran sebagai petugas penyelamat hingga mencoba peralatan sederhana untuk keadaan darurat. Para guru dan kepala sekolah juga mendapatkan pembekalan lebih mendalam, seperti teknik evakuasi, pertolongan pertama, dan koordinasi penanganan bencana yang dipandu oleh Tagana, Dinas Pemadam Kebakaran, serta relawan berpengalaman.
Khoirul menambahkan, pihaknya mengapresiasi partisipasi seluruh elemen yang terlibat. Ia berharap program ini dapat diperluas ke kecamatan lain di Banyuwangi, sehingga kesadaran dan kesiapan menghadapi bencana menjadi budaya yang melekat di masyarakat.

Kegiatan ditutup dengan pesan penting: keselamatan adalah tanggung jawab bersama. Selain memperkaya wawasan, TaMaSa juga mempererat hubungan antar sekolah di Kecamatan Giri, menumbuhkan semangat kebersamaan dan kepedulian terhadap lingkungan.
Reporter ; Pendik
