Actanews.id – Dari empat kloter jamaah haji Kabupaten Banyuwangi, Kloter SUB-58 menjadi sorotan utama dengan jumlah jamaah berisiko tinggi (Risti) yang paling banyak. Ketua Kloter SUB-58, Syafaat, menyampaikan informasi ini kepada media pada Sabtu (15/6/2024).
“Salah satu jamaah, Halidin, harus mengikuti Safari Wukuf karena kondisi stroke yang dialaminya,” kata Syafaat. Safari Wukuf adalah layanan khusus bagi jamaah yang mengalami kondisi kesehatan kritis sehingga mereka tetap dapat menjalankan prosesi wukuf di Arafah.
Tragisnya, Mohammad Ruslan, salah satu jamaah dari Kloter SUB-58, meninggal dunia sehari sebelum wukuf di Arafah. Kejadian ini menambah duka di tengah upaya keras tim kesehatan dan petugas haji untuk memastikan keselamatan dan kesehatan para jamaah Risti.
Dokter Kloter SUB-58, dr. Hj. Zuwwidatul Husna, juga menyampaikan bahwa seorang jamaah perempuan mengalami stroke sejak keberangkatan dan tidak dapat bergerak sendiri. “Turun dari pesawat, ibu ini harus digendong oleh ketua kloter,” ujar dr. Wida.
Selama prosesi wukuf di Arafah, para jamaah Risti ditempatkan di area khusus yang dekat dengan tim kesehatan, memastikan mereka mudah dipantau dan mendapatkan perawatan yang diperlukan.
Keberadaan jamaah Risti yang signifikan di Kloter SUB-58 ini menunjukkan tantangan besar yang dihadapi petugas haji dalam memastikan keselamatan dan kesehatan para jamaah. Upaya keras tim kesehatan dan petugas lainnya patut diapresiasi demi kelancaran ibadah haji bagi seluruh jamaah, terutama yang berisiko tinggi.
