BANYUWANGI, Actanews.id – Upaya memperkuat ketahanan pangan nasional terus digalakkan melalui sinergi lintas sektor. Di Dusun Gempoldampit, Desa Kedungwungu, Kecamatan Tegaldlimo, Banyuwangi, Kamis (7/8/2025), berlangsung kegiatan tanam jagung serentak di lahan seluas 0,5 hektare. Kegiatan ini merupakan kolaborasi antara TNI, Polri, Pemerintah, dan Pondok Pesantren Mansya’ul Huda, serta melibatkan Kelompok Tani (Poktan) Sri Joyo dan para santri.
Kegiatan dimulai pukul 08.00 WIB di lahan milik Bapak Brahim dan menjadi simbol kuat sinergi tiga pilar dalam mendukung program ketahanan pangan. Penanaman dilakukan bersama para tokoh dan unsur masyarakat. Hadir dalam kegiatan tersebut Bati Komsos Serma Ari Wahyudi mewakili Danramil 0825/09 Tegaldlimo, Kapolsek Tegaldlimo Iptu Sadimun, S.H., Plt. Camat Tegaldlimo, pengasuh Ponpes Mansya’ul Huda K.H. Suyuti Toha, serta perwakilan dari Dinas Pertanian, Dodik Dwi Anggriawan. Jajaran Babinsa, Bhabinkamtibmas, Kepala Desa Kedungwungu, serta tokoh masyarakat juga turut berpartisipasi.

Ketua Poktan Sri Joyo, Bapak Nuryadi, menginisiasi kegiatan ini dengan semangat kolaboratif. Menurutnya, sinergi ini penting untuk menggerakkan potensi lokal agar lebih produktif, terutama di sektor pertanian.
Serma Ari Wahyudi dalam sambutannya menyampaikan bahwa keterlibatan para santri dalam kegiatan ini sangat membanggakan. “Partisipasi dari para santri membuktikan bahwa ketahanan pangan adalah tanggung jawab bersama. TNI akan terus hadir mendampingi para petani dan mendukung penuh peningkatan hasil pertanian di wilayah,” ungkapnya.
Kapolsek Tegaldlimo, Iptu Sadimun, S.H., juga mengapresiasi kerja sama lintas sektor ini. “Kolaborasi TNI, Polri, dan pondok pesantren adalah kekuatan besar. Kegiatan seperti ini tidak hanya mempererat tali silaturahmi, tetapi juga menjadi contoh konkret menjaga stabilitas dan kesejahteraan masyarakat,” ujarnya.
Sementara itu, K.H. Suyuti Toha menilai kegiatan ini sebagai bentuk pendidikan langsung bagi para santri. “Dengan ikut terjun ke sawah, para santri belajar tentang pentingnya kerja keras, kesederhanaan, dan rasa syukur. Ini adalah bagian dari pendidikan karakter yang selaras dengan nilai-nilai pesantren,” tuturnya.
Perwakilan Dinas Pertanian, Dodik Dwi Anggriawan, menyampaikan komitmen pihaknya untuk terus mendampingi dan memberikan dukungan teknis. “Kami siap membantu agar produktivitas jagung di wilayah Tegaldlimo bisa meningkat. Ini langkah strategis menuju kemandirian pangan di daerah kita,” katanya.
Kegiatan tanam jagung serentak ini tidak hanya menjadi momentum penting dalam membangun ketahanan pangan lokal, tetapi juga memperkuat harmoni sosial dan kolaborasi antarunsur masyarakat. Diharapkan, hasil panen yang akan datang bisa melimpah dan memberikan manfaat besar bagi warga sekitar. (Bangun.09)
