Sumenep, Jawa Timur – Dalam upaya meningkatkan profesionalisme dan kompetensi pelaku ekonomi kreatif di sub sektor kriya logam keris, Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Republik Indonesia bekerja sama dengan Lembaga Sertifikasi Profesi Perkerisan Indonesia (LSP 3 Perkerisan) menggelar kegiatan Sertifikasi Kompetensi Profesi di Desa Aeng Tong-tong, Kecamatan Saronggi, Kabupaten Sumenep, Madura. Acara ini berlangsung selama dua hari, yaitu pada 14-15 Agustus 2024.
Sebanyak 50 peserta yang terlibat dalam tiga bidang okupasi, yakni edukator keris, panjak, dan pangruki (perawat keris), mengikuti rangkaian kegiatan yang mencakup pemberian pengetahuan mendalam dan praktik langsung. Peserta juga menjalani sesi wawancara individu untuk menilai pengalaman mereka di bidang kriya logam keris.

Direktur Standarisasi Sertifikasi Kemenparekraf RI, Faisal, MM. Par., CHe, dalam sambutannya menyampaikan apresiasi atas kolaborasi yang terjalin. “Kehadiran bapak dan ibu serta seluruh peserta sangat berarti dalam upaya sinergi dan kolaborasi untuk meningkatkan kompetensi di bidang kriya keris. Kami berharap kegiatan ini menjadi titik awal pengembangan sumber daya manusia di Desa Aeng Tong-tong, yang terkenal sebagai desa wisata seribu keris di Sumenep,” ujar Faisal.
Kegiatan ini juga dihadiri oleh sejumlah pejabat dari Kemenparekraf, termasuk Lina Verawati, Wahyu Hidayat, dan Aji Kusumo Wibowo, serta tokoh-tokoh budaya setempat. Dalam pelaksanaannya, tim dari LSP 3 Perkerisan Indonesia, yang dipimpin oleh Direktur Agung Guntoro Wisnu, SE, dibantu oleh master assesor DR. Rony Wardhana dan para asesor berpengalaman seperti Intan Anggun Pangestu, S.Tr.Sn., M.Sn., KRT. Ilham Triadi, M.Pd., dan lainnya.

Agung Guntoro Wisnu menyampaikan kebanggaannya atas kepercayaan yang diberikan oleh Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif. “Ini adalah bukti nyata bahwa negara hadir untuk mengakui profesionalitas profesi di bidang kriya keris. Sertifikasi ini diharapkan mampu melahirkan standar kompetensi yang kuat untuk profesi edukator keris, panjak, dan pangruki,” kata Agung.
Kegiatan ini juga mendapat dukungan penuh dari anggaran Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, yang dimungkinkan berkat arahan langsung dari Direktur Standar Kompetensi. Dukungan ini memastikan keberlangsungan dan kualitas sertifikasi yang diadakan, sehingga diharapkan mampu mendorong pengakuan lebih luas terhadap profesi kriya keris di Indonesia.
