Banyuwangi, Actanews.id – Satuan Polisi Perairan dan Udara (Satpolairud) Polresta Banyuwangi melaksanakan patroli pengamanan dan pengawasan dalam rangka persiapan pengangkatan bangkai kapal (operasi salvage) KMP Tunu Pratama Jaya, Selasa (27/01/2026) pukul 12.00 WIB hingga selesai.
Patroli pengamanan tersebut dipimpin langsung oleh Kasatpolairud Polresta Banyuwangi, Kompol Muchammad Wahyudi, A.Md., S.H, dengan menggunakan kapal polisi RBB. Turut diterjunkan dalam kegiatan ini sejumlah personel, yakni Aiptu Erman Wahyudi, Aipda I Nyoman Suma, dan Bripda Luthfan.
Dalam kegiatan tersebut, personel Satpolairud melakukan pemantauan di sekitar kapal Pioneer 88 berkapasitas GT 2.256, yang merupakan kapal crane dan akan digunakan untuk proses pengangkatan bangkai kapal. Saat ini kapal Pioneer 88 tengah melakukan lego jangkar di sekitar titik bangkai KMP Tunu Pratama Jaya.
Selain itu, Satpolairud Polresta Banyuwangi juga melakukan pengawasan ketat terhadap titik koordinat lokasi bangkai kapal yang telah ditandai dengan buih atau bola pelampung. Area tersebut ditetapkan sebagai zona terbatas guna mencegah kapal lain melintas dan menghindari potensi bahaya selama proses pengangkatan berlangsung.
Adapun batas koordinat area pengamanan meliputi:
8°11.757’ S / 114°24.971’ E
8°11.488’ S / 114°24.979’ E
8°11.471’ S / 114°25.195’ E
8°11.762’ S / 114°25.235’ E
Kapolresta Banyuwangi Kombes Pol Dr. Rofiq Ripto Himawan, S.I.K., S.H., M.H., melalui Kasatpolairud Kompol Muchammad Wahyudi menyampaikan bahwa Satpolairud bertindak sebagai unsur pelaksana fungsi kepolisian perairan untuk mendukung kelancaran operasi salvage tersebut.
“Satpolairud melakukan patroli pengawasan dan pengamanan dalam rangka persiapan pengangkatan bangkai kapal KMP Tunu Pratama Jaya yang mengalami kecelakaan pada Juli 2025 lalu, agar seluruh proses berjalan aman, lancar, dan sesuai ketentuan hukum yang berlaku di Indonesia,” ujar Kompol Wahyudi.
Ia menambahkan, pengangkatan bangkai kapal dilakukan sebagai langkah antisipatif guna mencegah pergeseran bangkai kapal yang dikhawatirkan dapat mendekati jalur kabel bawah laut, sehingga berpotensi menimbulkan risiko terhadap infrastruktur vital penghubung Jawa–Bali.
Sebelumnya, pada Kamis malam Jumat, di atas kapal Pioneer 88 telah dilaksanakan doa Yasin dan tahlil untuk mendoakan para korban KMP Tunu Pratama Jaya, sekaligus memohon keselamatan dan kelancaran selama proses pekerjaan berlangsung.
“Kami menegaskan akan terus melakukan patroli dan pengawasan perairan mulai dari tahap persiapan hingga proses pengangkatan bangkai kapal selesai. Kami juga berharap seluruh masyarakat turut mendoakan agar kegiatan ini berjalan aman dan lancar,” pungkas Kompol Muchammad Wahyudi. (Ari)
