Banyuwangi, Actanews.id – Kelompok Kerja Guru (KKG) Madrasah Ibtidaiyah (MI) Darun Najah II dan MI At-Taufik Kecamatan Banyuwangi, mengambil langkah signifikan dalam meningkatkan kompetensi para guru dengan menggelar Bimbingan Teknis (Bimtek) Projek Profil Pelajar Pancasila dan Rahmatan lil Alamin (P5RA). Acara ini berlangsung pada Kamis (5/9/2024) di MI At-Taufik, Sumberejo, Banyuwangi, dengan dihadiri oleh 25 tenaga pendidik dari kedua madrasah.

Kegiatan ini secara resmi dibuka oleh Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Banyuwangi, Chaironi Hidayat, yang menekankan pentingnya peningkatan kualitas guru sebagai ujung tombak pendidikan. “Bimtek ini harus menjadi ajang peningkatan kompetensi, bukan sekadar menambah koleksi sertifikat. Yang terpenting adalah implementasi nyata dari hasil pelatihan dalam proses pembelajaran di kelas,” ujar Chaironi, yang akrab disapa Kang Roni.
Dalam Bimtek ini, para guru mendapatkan materi langsung dari Mohamad Saerofi, Pengawas Sekolah Muda Tingkat Dasar pada MI. Saerofi memberikan bimbingan dalam merencanakan dan menyusun modul projek P5RA. Para peserta dilatih untuk memahami tahapan penting, mulai dari membentuk tim, mengidentifikasi kesiapan sekolah, hingga menyusun modul dan strategi pelaporan.
Projek P5RA di madrasah memiliki keunikan dengan tambahan nilai Rahmatan Lil Alamin yang mencakup elemen-elemen penting seperti Tawassuth, Tawazun, Qudwah, Musawah, dan lainnya. Elemen-elemen ini diharapkan dapat memperkaya pembelajaran dan pembentukan karakter siswa di madrasah.
Kolaborasi antara dua KKG madrasah ini merupakan yang pertama kali dilakukan. Majidatul Himmah, Kepala MI Darun Najah II, mengungkapkan harapannya agar kerja sama ini terus berlanjut. “Selain mempererat silaturrahim antar pendidik, kegiatan ini membuka ruang untuk saling berbagi dan berkolaborasi, terutama dalam pengembangan kurikulum madrasah ke depan,” ungkapnya.
