Revitalisasi SDN Cangkring I Disorot, Kolom Terputus hingga Keramik Pecah Ditemukan di Lapangan

SIDOARJO — Proyek revitalisasi SDN Cangkring I, Kecamatan Krembung, Kabupaten Sidoarjo, mendapat sorotan menyusul sejumlah temuan pada pekerjaan konstruksi di lapangan. Temuan tersebut antara lain kolom beton yang terlihat berhenti di tengah ketinggian, pasangan bata sebagai penerus, dinding yang disebut tidak dilengkapi pengikat beton, serta sejumlah keramik yang ditemukan pecah dan retak.

Berdasarkan pantauan di lokasi, salah satu kolom beton pada bangunan tampak tidak menerus hingga bagian atas. Di atas kolom tersebut terdapat pasangan bata merah yang berlanjut hingga mendekati rangka atap galvalum.

Pada salah satu ruang kelas di bagian selatan, dinding juga terlihat tidak dilengkapi ring balok maupun pengikat yang menghubungkannya secara memadai dengan kolom beton. Kondisi tersebut menimbulkan pertanyaan mengenai sistem penguncian dan keterikatan struktur bangunan.

Rangka atap galvalum yang berada di atasnya juga menjadi perhatian karena terlihat bertumpu pada pasangan dinding bata. Secara prinsip konstruksi, pasangan bata umumnya berfungsi sebagai dinding pengisi dan bukan sebagai elemen utama penahan beban struktur atap. Namun, untuk memastikan apakah pelaksanaan tersebut benar-benar memenuhi persyaratan teknis, diperlukan pemeriksaan berdasarkan gambar kerja, spesifikasi teknis, serta standar konstruksi yang digunakan dalam proyek.

Kondisi tersebut dinilai semakin perlu mendapat perhatian karena lokasi sekolah berada di tepi jalan raya yang dilalui kendaraan sehingga bangunan menerima getaran lalu lintas secara terus-menerus.

Pelaksana proyek berinisial O mengakui adanya pengaruh getaran tersebut. Salah satu langkah yang dilakukan adalah penambahan pasangan sepatu pada bagian pagar, meskipun menurut keterangannya pekerjaan tersebut tidak tercantum dalam gambar kerja.

Namun, ketika dikonfirmasi mengenai temuan pada struktur bangunan, O menyatakan seluruh pekerjaan telah dilaksanakan berdasarkan gambar kerja.

“Seluruh pekerjaan telah sesuai dengan gambar kerja,” jelas O.

Sementara itu, hasil pantauan di lokasi menunjukkan adanya beberapa bagian pekerjaan yang masih memerlukan penjelasan teknis lebih lanjut, terutama terkait kesinambungan kolom, pengikat dinding, hubungan rangka atap dengan struktur beton, serta kesesuaian antara kondisi lapangan dengan gambar kerja.

Selain persoalan struktur, kualitas pekerjaan finishing juga menjadi perhatian. Di salah satu ruang kelas yang tampak hampir selesai, keramik lantai dan dinding telah terpasang. Namun, masih terlihat sejumlah keping keramik yang pecah atau retak dan belum diganti.

Temuan tersebut menimbulkan pertanyaan mengenai proses pemeriksaan mutu pekerjaan sebelum bangunan dinyatakan selesai dan diserahterimakan. Material yang rusak semestinya menjadi bagian yang diperiksa dan diperbaiki dalam tahap penyelesaian pekerjaan sesuai ketentuan kontrak dan spesifikasi teknis.

Di akhir pembicaraan, O kembali menegaskan bahwa seluruh rangkaian pekerjaan telah mengacu pada gambar yang tersedia.

“Seluruh rangkaian pekerjaan kita sesuai gambar yang ada,” ujar O. (Agus)