Ratusan Warga Binaan Lapas Banyuwangi Khusyuk Jalani Tarawih Perdana, Ramadan Jadi Momentum Refleksi Diri

BANYUWANGI, Actanews.id  – Suasana berbeda tampak menyelimuti Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Banyuwangi, Rabu (18/2) malam. Ratusan warga binaan berbondong-bondong memadati Masjid At-Taqwa, Musala Al-Hidayah, dan Musala An-Nisa yang berada di dalam lingkungan lapas untuk menunaikan salat Tarawih perdana di bulan suci Ramadan.

Pelaksanaan Tarawih tersebut bukan sekadar rutinitas ibadah, melainkan menjadi penyejuk hati bagi para warga binaan dalam menyambut bulan penuh ampunan. Kekhusyukan terpancar jelas dari raut wajah mereka. Meski menjalani Ramadan jauh dari keluarga, ketenangan tetap terlihat dari balik peci dan baju koko yang dikenakan.

Kepala Lapas Banyuwangi, I Wayan Nurasta Wibawa, menyampaikan bahwa kegiatan keagamaan ini merupakan bagian dari program pembinaan kepribadian yang rutin digelar pihak lapas.
“Kami memberikan ruang seluas-luasnya bagi warga binaan untuk beribadah di bulan suci ini. Bagi mereka, Tarawih bukan sekadar menggugurkan kewajiban, tetapi menjadi penyejuk hati di tengah masa menjalani hukuman,” ujarnya.

Menurutnya, Ramadan menjadi momentum krusial bagi warga binaan untuk melakukan refleksi diri, memperbaiki kesalahan, serta mempertebal keimanan sebagai bekal menjalani kehidupan yang lebih baik ke depan.

Suasana haru sempat menyelimuti masjid saat imam membacakan doa usai salat. Beberapa warga binaan tampak tertunduk dengan mata berkaca-kaca, tenggelam dalam sujud yang lebih lama dari biasanya. Bagi mereka, lantai masjid menjadi tempat paling jujur untuk mengakui kesalahan dan memohon ampunan kepada Sang Pencipta.

Seorang warga binaan berinisial AS mengaku momen Tarawih pertama selalu menjadi saat yang paling emosional setiap tahunnya.
“Sedih pasti ada karena tidak bisa buka puasa dan Tarawih bersama anak istri. Tapi di sini, bersama teman-teman seperjuangan, kami merasa seperti keluarga baru. Salat ini membuat hati saya jauh lebih tenang dan ikhlas,” ungkapnya.

Pihak lapas memastikan pelaksanaan Tarawih berlangsung dengan pengawasan ketat namun tetap humanis. Petugas disiagakan di sejumlah titik strategis guna menjaga keamanan dan ketertiban, sehingga ibadah dapat berjalan khusyuk dan kondusif hingga akhir Ramadan.(*)