Ratusan Proyektil Diduga Amunisi Senjata Berat Ditemukan di Depo Sampah, Polresta Banyuwangi Bergerak Cepat Amankan

Banyuwangi, Actanews.id –  Seorang petugas kebersihan menemukan ratusan proyektil peluru yang diduga merupakan amunisi senjata mesin berat, Selasa (4/11/2025) sekitar pukul 06.30 WIB.

Rarusan proyektil ini ditemukan oleh Haryono (45), warga Kelurahan KebaIenan, yang bekerja sebagai petugas pengambil sampah dari Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Banyuwangi. Saat sedang memindahkan tumpukan sampah.ke truk,  Haryono melihat karung dan dialaminya ada  logam mencurigakan yang awalnya dikira potongan besi bekas.

“Saya kira cuma besi biasa, tapi setelah saya lihat lebih dekat, kok bentuknya mirip peluru. Saya langsung panggil teman dan lapor ke Polresta Banyuwangi,” ujarnya.

Menindaklanjuti laporan tersebut, tim Sat Intelkam Polresta Banyuwangi segera turun ke lokasi untuk melakukan pemeriksaan dan pengamanan. Dari hasil identifikasi awal, polisi menemukan total 241 proyektil peluru tanpa selongsong , terdiri atas 104 butir berukuran panjang 6,2 cm dan 137 butir berukuran 5,4 cm.

Kanit IV Sat Intelkam Polresta Banyuwangi, Iptu Alam Nuswantoro, S.H., yang memimpin langsung proses identifikasi, memberikan keteramgan awal dan menegaskan bahwa benda-benda tersebut bukan amunisi aktif, melainkan proyektil peluru atau timah tanpa selingsong.

“Itu bukan amunisi aktif, tapi proyektil peluru yang diduga berasal dari senjata mesin atau senjata berat. Benda tersebut tidak dapat meledak, atau berfungsi aktif, dan sudah  tidak membahayakan” jelas Iptu Alam.

Untuk memastikan keamanan, seluruh proyektil yang ditemukan kemudian diamankan ke Mapolresta Banyuwangi guna dilakukan pemeriksaan dan penanganan lebih lanjut oleh tim berwenang.

Iptu Alam juga mengimbau masyarakat agar tetap waspada dan tidak sembarangan menyentuh benda mencurigakan yang ditemukan di sekitar lingkungan.

“Jika warga menemukan benda yang menyerupai amunisi atau proyektil, segera laporkan kepada pihak yang berwenang,  kepada Ketua RT, babinsa atau bhabinkamtibmas setempat  atau kepolisian terdekat agar dapat ditangani dengan aman,” pesannya. (Tim)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *