Surabaya, Actanews.id – Inovasi PUSAKA Banyuwangi (Penerbitan Buku Kekhasan Lokal Banyuwangi) yang digagas oleh Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Banyuwangi kembali mengharumkan nama daerah. Dalam ajang bergengsi Inovasi Teknologi (INOTEK) Award 2024 yang diselenggarakan oleh Provinsi Jawa Timur, inovasi ini berhasil meraih posisi kelima terbaik di antara ratusan inovasi lainnya.
Penghargaan tersebut diserahkan langsung oleh Penjabat (Pj.) Gubernur Jawa Timur, Adhy Karyono, dalam acara puncak yang berlangsung di Grand Mercure Hotel, Surabaya, pada Rabu (11/12). Dalam sambutannya, Adhy Karyono mengapresiasi semangat inovasi yang ditunjukkan oleh seluruh peserta, termasuk Banyuwangi.
“Ajang ini bertujuan untuk memotivasi seluruh pihak, baik pemerintah daerah, institusi, maupun masyarakat, agar terus menghadirkan inovasi yang membawa dampak nyata bagi masyarakat. Banyuwangi telah menunjukkan bagaimana inovasi dapat menjadi sarana pelestarian budaya sekaligus penguatan identitas lokal,” ujar Adhy.
Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Banyuwangi, Drs. Zen Kostolani, M.Si., menyambut penghargaan ini dengan penuh rasa syukur. Ia menjelaskan bahwa PUSAKA Banyuwangi dirancang untuk melestarikan dan mempublikasikan keunikan budaya lokal melalui penerbitan buku bertema sejarah, seni, tradisi, dan kearifan lokal.
“Penghargaan ini adalah hasil kerja keras semua pihak. Kami berharap PUSAKA Banyuwangi tidak hanya bermanfaat bagi masyarakat Banyuwangi, tetapi juga menjadi inspirasi bagi daerah lain untuk mengutamakan literasi sebagai sarana pelestarian budaya,” ungkap Zen.
Keberhasilan ini juga mendapat apresiasi dari Kepala Bappeda Banyuwangi, Dr. Suyanto Waspo Tondo Wicaksono, M.Si., yang hadir mewakili Bupati Banyuwangi. Ia menegaskan bahwa inovasi ini sejalan dengan visi Banyuwangi sebagai daerah berbasis budaya dan inovasi.
“Sinergi yang kuat antara dinas terkait dan masyarakat telah membuahkan hasil yang membanggakan. Ini menjadi bukti bahwa budaya lokal dapat dikembangkan melalui pendekatan inovatif,” ujar Suyanto.
Dengan keberhasilan ini, PUSAKA Banyuwangi semakin mempertegas posisinya sebagai salah satu inovasi terbaik dalam pelestarian budaya melalui literasi. Prestasi ini diharapkan dapat terus memotivasi Banyuwangi untuk menciptakan inovasi yang mendukung pembangunan daerah yang berkelanjutan. (SYAF)
