Puncak Acara Harlah Satu Abad NU, Pemkab Malang Malang Mendampingi Presiden RI

MALANG,Actanews.id  – Bupati Malang Drs. HM Sanusi, MM bersama Wakil Bupati Malang Dra. Hj Lathifah Shohib turut hadir mendampingi Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto menghadiri Mujahadah Kubro Peringatan Harlah Satu Abad Nahdlatul Ulama (NU) berlokasikan di Stadion Gajayana Kota Malang, Minggu (8/2) pagi.

Dalam acara tersebut, Turut hadir jajaran Kabinet Merah Putih, termasuk Menteri Pertahanan, Menteri Agraria dan Tata Ruang, Menteri Sosial, Menteri Sekretaris Negara, Menteri Luar Negeri, Kepala Badan Komunikasi Pemerintah, Sekretaris Kabinet, Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa Timur, Wali Kota Malang dan Wali Kota Batu, Serta sejumlah ulama kharismatik dan jajaran dari Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PBNU) Jatim.

Mujahadah Kubro yang berlangsung pada 7–8 Februari 2026, merupakan puncak rangkaian peringatan Harlah Satu Abad NU yang diselenggarakan PWNU Jatim.

Presiden Republik Indonesia dalam sambutannya menyampaikan bahwa usia 100 tahun NU telah membuktikan organisasi tersebut sebagai salah satu pilar utama keutuhan bangsa. Ia menyebut, dalam setiap fase penting perjalanan bangsa, NU selalu hadir mengambil peran.

“Setiap kali negara dalam bahaya, NU tampil menyelamatkan. Termasuk dalam perjuangan kemerdekaan, keberhasilan itu dipimpin juga oleh para kiai dan ulama,” ucap Presiden Prabowo

Pada kesempatan itu, Presiden Prabowo juga menyampaikan apresiasi kepada NU, para kiai, ulama, dan seluruh Nahdliyyin atas peran dalam menjaga kedamaian dan stabilitas Indonesia selama ini.

Lebih lanjut Presiden Prabowo mengingatkan pemimpin tidak boleh memelihara rasa benci, dendam, maupun dengki, karena rakyat membutuhkan persatuan.

“Tidak ada bangsa yang kuat, yang bisa maju kalau pemimpin-pemimpinnya tidak rukun. Boleh kita bertanding, bersaing, berbeda, berdebat, tetapi di ujungnya semua pemimpin Indonesia harus rukun. Harus menjaga persatuan rakyat,” ujar Presiden Prabowo.

Presiden menyinggung bahwa kemakmuran tidak mungkin terwujud tanpa perdamaian, dan perdamaian tidak mungkin hadir jika para pemimpin tidak bersatu.

Presiden pun juga mengingatkan seluruh pemimpin di berbagai sektor dan lembaga untuk berjuang semata-mata demi kepentingan rakyat, bukan larut dalam konflik atau mencari kesalahan pihak lain.

“Tidak boleh pemimpin punya dendam, rasa benci, rasa dengki, selalu mencari kesalahan pihak lain,” tandas Presiden Prabowo.

Terkait dengan kegiatan Harlah Satu Abad NU, Presiden Prabowo juga mengapresiasi keterlibatan gereja dalam menyukseskan acara tersebut. Sebagai cerminan kerukunan lintas iman yang selama ini diajarkan para tokoh NU, termasuk Presiden ke-4 RI KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur).

“Saya juga terharu mendengar betapa gereja turut menyukseskan acara ini. Kita mungkin berbeda, tetapi kita harus hidup dalam kerukunan,” tandas Presiden Prabowo.(XL)