Banyuwangi, Actanews.id – Puluhan Kepala Desa (Kades) se-Kabupaten Banyuwangi pada Senin (17/11/2025) mendatangi kantor Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Banyuwangi. Kedatangan para Kades ini bertujuan meminta klarifikasi terkait pernyataan salah satu anggota DPRD yang sebelumnya menyebut bahwa 80 persen Kades diduga melakukan pemotongan dana Bantuan Sosial (Bansos).
Pernyataan tersebut langsung memicu polemik dan menjadi viral di berbagai platform media sosial seperti Facebook, Instagram, TikTok, hingga pemberitaan media. Di kolom komentar, terutama di TikTok, banyak warganet menyerukan agar seluruh Kades di Banyuwangi diaudit oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) maupun lembaga hukum lainnya.
Menanggapi derasnya desakan warganet, Aktivis Muda Banyuwangi yang dikenal dengan julukan “Si Raja Demo”, Bondan Madani, memberikan pandangannya pada Selasa (18/11/2025).
“Silakan cek akun TikTok yang menayangkan aksi para Kades. Hampir semua komentar meminta agar mereka diaudit. Jadi, jika para Kades keberatan dengan pernyataan anggota Dewan soal dugaan pemotongan 80 persen dana Bansos, semestinya mereka sepakat dengan suara warganet,” ujar Bondan Madani saat ditemui awak media.
Bondan menegaskan bahwa dirinya mendukung penuh usulan audit tersebut. Menurutnya, audit menyeluruh justru menjadi bukti integritas para Kades dan menunjukkan bahwa Banyuwangi merupakan daerah yang bersih dari praktik korupsi.
“Secara pribadi saya sepakat. Demi meningkatkan kepercayaan publik, kami berharap Inspektorat dan Kejaksaan Negeri Banyuwangi melakukan audit ke seluruh desa. Hasil audit itu harus disampaikan secara transparan kepada masyarakat. Ini sejalan dengan harapan banyak warga Banyuwangi yang menyuarakannya di media sosial,” tegasnya.
Alumni Muda HMI tersebut menambahkan bahwa pihaknya bersama sejumlah aktivis telah membahas rencana untuk menyuarakan aspirasi masyarakat soal audit desa tersebut.
“Banyak rekan aktivis yang sudah menghubungi kami untuk segera berkoordinasi dan menyusun langkah bersama. Namun, kami tidak ingin terburu-buru menggelar aksi. Semua harus dipertimbangkan secara matang,” jelas Bondan.
Bondan juga menanggapi dengan santai anggapan publik yang selalu mengaitkan dirinya dengan aksi demonstrasi.
“Mungkin karena kami dijuluki Si Raja Demo, jadi setiap ada isu yang mencuat selalu dikaitkan dengan demonstrasi. Bahkan tak sedikit yang bertanya kapan aksi akan digelar,” katanya sambil tersenyum. (*)
