Program Menabung Sampah bagi Pelajar SD di Kelurahan Bakungan, Mendidik Anak Mengelola Sampah  dan Finansial

Banyuwangi, Actanews.id – Sebuah program inovatif dari Kelurahan Bakungan, Kecamatan Glagah, Banyuwangi, yang bekerja sama dengan KSM Joger Blambangan, yang mengelola tempat bernama “Olah Omah Sampah” menjalankan konsep Menabung Sampah. Konsep ini diperuntukkan bagi anak-anak Sekolah Dasar Negeri Bakungan, yang tidak hanya bertujuan untuk mengajarkan pengelolaan sampah, tetapi juga untuk memberikan pemahaman kepada anak-anak bahwa sampah bisa diubah menjadi sumber pendapatan.

Setiap bulan, anak-anak dari kelas 4 hingga kelas 6 SDN Bakungan, di Kelurahan Bakungan membawa sampah non organik dari rumah, seperti plastik, kardus, dan minyak jelantah, untuk ditabung di bank sampah pada Omah Olah Sampah yang jaraknya sekitar 100 meter dari sekolah.

Selanjutnya, sampah-sampah ini akan dikumpulkan, dipilah, dan dibeli dengan harga pasaran. Sebagai bentuk penghargaan, anak-anak akan mendapatkan catatan tabungan yang mencantumkan berapa uang yang mereka peroleh dari hasil pengumpulan sampah tersebut.

“Dengan program ini, anak-anak jadi bisa belajar mengelola sampah organik dan non-organik serta memahami pentingnya kebersihan lingkungan. Mereka juga belajar, sejak dirumah cara memisahkan sampah dengan benar, yang menjadi bagian penting dari pendidikan lingkungan,” jelas Karisma, guru/wali kelas 4 SDN Bakungan, Rabu (18/9/2024).

Selain aspek lingkungan, lanjut Karisma, program ini juga mengajarkan keterampilan finansial kepada anak-anak sejak dini. “Dengan mencatat penghasilan dari sampah, mereka belajar bagaimana mengelola uang secara sederhana. Program ini berjalan tanpa mengganggu proses belajar mengajar di sekolah, karena dilaksanakan saat jam istirahat, dan dilakukan 2kali dalam sebulan,” sambungnya.

Menurut Karisma, Ini juga sejalan dengan konsep Merdeka Belajar, di mana anak-anak dapat belajar dari lingkungan dan pengalaman nyata. Mereka belajar bagaimana menjadi mandiri, bertanggung jawab, dan peduli terhadap lingkungan sekitar,” tambahnya.

Mewakili Kelurahan Bakungan, Eko Suwilih selaku staf Kelurahan Bakungan mengatakan, bahwa Program menabung sampah ini diharapkan bisa menginspirasi pihak lain untuk mengimplementasikan cara serupa dalam mengelola sampah sejak dirumah dan ingkungan, serta memberikan pendidikan berbasis pengalaman kepada anak-anak,” tutup Eko.

Dalam waktu kurang dari sebulan sejak program dimulai, hanya dengan dua kali setoran, lebih dari 1 kwintal plastik bekas dan kertas berhasil dikumpulkan. Dan sekitar 8 warga telah menjadi peenabung sampah aktif. Ini membuktikan bahwa langkah kecil dapat memberikan dampak besar bagi lingkungan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *