Banyuwangi, Actanews.id – Peristiwa pembacokan yang menimpa seorang pria bernama Giman, warga sekitar TPA Mojopanggung, masih menjadi perhatian publik. Setelah penyelesaian melalui mekanisme Restorative Justice di Polsek Giri, kondisi Giman justru memburuk. Korban yang mengalami trauma fisik dan mental ini kini hidup dalam kondisi memprihatinkan, bekerja, makan, dan tidur di tempat pembuangan akhir (TPA) Mojopanggung, Kecamatan Giri.
Laporan mengenai Giman pertama kali datang dari salah seorang warga yang prihatin melihat keseharian pria tua tersebut. Warga itu menyampaikan informasi kepada Aliansi Masyarakat Peduli Demokrasi (AMPD), mengharapkan agar Giman bisa mendapatkan perawatan medis yang layak.
“Setiap hari dia ada di TPA, aktivitasnya tidak normal, bicaranya pun susah. Saya sudah coba share di media sosial, tapi tidak ada respons. Akhirnya, saya kasih info ini ke AMPD,” ujar warga yang tidak ingin disebutkan namanya, Sabtu (12/10/2024).
Setelah menerima laporan, Ketua AMPD beserta tim segera menuju lokasi dan menemukan Giman dalam kondisi yang sangat lemah. Mereka kemudian berkoordinasi dengan PSM Mojopanggung yang sudah terlebih dahulu menghubungi Dinas Sosial dan pihak kelurahan setempat untuk menindaklanjuti situasi tersebut.
Proses evakuasi Giman berjalan hampir satu jam, melibatkan tim relawan ambulans yang kemudian membawanya ke RSUD Blambangan untuk mendapatkan perawatan medis.
Bang Emen, aktivis yang juga jurnalis di Banyuwangi, turut menyoroti kasus ini. Ia menyayangkan minimnya perhatian dari pihak terkait setelah Restorative Justice dilakukan.
“Sangat memprihatinkan melihat kondisi Giman sekarang. Seharusnya, ada upaya lebih lanjut dari pihak terkait untuk mencari keluarganya dan memastikan korban mendapat perhatian. Saya akan terus mengawal kasus ini agar tidak ada lagi yang terlantar seperti ini,” kata Emen.
Emen menegaskan bahwa kasus Giman harus menjadi pelajaran bagi pihak berwenang, termasuk kelurahan, kecamatan, dan dinas terkait, agar lebih sigap menangani korban kekerasan. Ia juga mengapresiasi semua pihak yang turut membantu dalam proses evakuasi dan penanganan medis Giman.
“Saya harap tidak ada lagi kejadian seperti ini. Terima kasih kepada Polsek Giri, relawan ambulans, PSM Mojopanggung, serta warga yang ikut membantu mengevakuasi Giman,” tutup Emen.
