BANYUWANGI, Actanews.id – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprakirakan puncak musim kemarau akan terjadi pada Agustus 2025 dengan potensi curah hujan yang minim.
Secara umum, musim hujan di Indonesia akan berlangsung pada periode Oktober 2025 hingga Maret 2026. Namun, kondisi di Banyuwangi cukup unik. Meski masih memasuki musim kemarau, sejumlah wilayah di kabupaten ujung timur Pulau Jawa ini masih diguyur hujan dengan intensitas sedang.
Menghadapi kondisi cuaca yang dinamis tersebut, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Banyuwangi menegaskan kesiapsiagaannya. Kepala Pelaksana BPBD Banyuwangi, Danang Hartanto, mengatakan pihaknya telah menyiapkan langkah-langkah antisipasi untuk menghadapi potensi bencana.
“Kami selalu dalam kondisi siaga. Monitoring rutin terus dilakukan, berkoordinasi dengan Dinas Pekerjaan umum Kabupaten, mulai dari normalisasi saluran dan sungai, pemangkasan pohon di pinggir jalan untuk mencegah roboh akibat angin dan hujan, hingga memastikan tanggul serta drainase sungai tidak tersumbat, diantaranya sampah,” ungkap Danang, Selasa (9/9/2025).
Menurutnya, perhatian utama difokuskan pada potensi banjir bandang dan genangan yang kerap terjadi di beberapa wilayah rawan. Dengan langkah preventif ini, BPBD berharap dampak buruk dari perubahan cuaca bisa diminimalisasi.
