Polresta Banyuwangi Luncurkan Call Center 110, Solusi Jitu Pensiunkan Preman

BANYUWANGI, Actanews.id  –  Kepolisian Resor Kota (Polresta) Banyuwangi meluncurkan layanan Call Center 110 sebagai strategi efektif dalam menekan aksi premanisme yang meresahkan masyarakat. Layanan ini menjadi garda terdepan Polresta Banyuwangi dalam menciptakan keamanan dan ketertiban di wilayah hukum mereka.

Kapolresta Banyuwangi, Kombes Pol Rama Samtama Putra, S.I.K., M.Si., M.H., menegaskan bahwa Call Center 110 merupakan bentuk inovasi pelayanan publik yang responsif, cepat tanggap, dan mudah diakses oleh siapa saja.

“Masyarakat yang merasa terancam atau melihat aksi preman dapat langsung menghubungi 110. Call Center ini siaga 24 jam nonstop, siap menerima laporan dan bergerak cepat,” ujar Kombes Pol Rama, Jumat (6/6/2025).

Layanan ini dirancang agar mudah digunakan oleh semua kalangan. Masyarakat cukup menekan angka 110 dari telepon rumah atau ponsel, bahkan tanpa perlu pulsa. Seluruh layanan diberikan secara gratis, sebagai wujud nyata kehadiran negara dalam menjamin rasa aman warganya.

Begitu laporan diterima, petugas kepolisian akan segera diterjunkan ke lokasi kejadian untuk melakukan penindakan. Tidak hanya itu, layanan ini juga dapat menindaklanjuti potensi gangguan Kamtibmas lainnya yang dilaporkan secara akurat dan bertanggung jawab oleh masyarakat.

“Kami tidak akan memberi ruang bagi preman untuk meresahkan masyarakat. Call Center 110 ini merupakan bukti komitmen kami dalam menciptakan situasi Kamtibmas yang kondusif di Banyuwangi,” tegas perwira polisi dengan tiga melati di pundaknya tersebut.

Kombes Pol Rama juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk aktif berpartisipasi dalam menjaga keamanan lingkungan masing-masing dengan memanfaatkan layanan ini secara bijak.

“Mari bersama-sama kita ciptakan Banyuwangi yang aman, nyaman, dan bebas dari premanisme,” pungkasnya.

Layanan Call Center 110 kini menjadi salah satu instrumen penting dalam pemberantasan premanisme di Banyuwangi. Dengan sinergi antara masyarakat dan aparat, diharapkan tak ada lagi ruang bagi preman untuk beraksi. (***)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *