Makkah, Actanews.id – Dalam upaya memberikan pelayanan maksimal kepada para jamaah haji, petugas haji Indonesia, baik PPIH (Petugas Penyelenggara Ibadah Haji) maupun PHD (Petugas Haji Daerah), terus berjaga di lobi hotel selama 24 jam. Tugas mereka tidak hanya melayani jamaah dari daerah asal masing-masing, tetapi juga membantu jamaah dari wilayah lain yang membutuhkan.
Salah satu contohnya adalah Ilzam Nuzuli, PHD dari Kabupaten Banyuwangi, yang pada Selasa pagi (11/6/2024) mendapatkan giliran piket jaga di lobi hotel. Ilzam menjelaskan bahwa tugas ini penting untuk memastikan semua jamaah haji mendapat bantuan yang diperlukan, termasuk jamaah yang tersesat.
“Ketika ada jamaah yang tersesat, mereka biasanya masuk hotel dan meminta bantuan. Kami kemudian akan menghubungi ketua kloter yang bersangkutan untuk menjemput jamaah tersebut atau melaporkannya ke tim Linjam (Perlindungan Jamaah) untuk diantar ke hotel yang bersangkutan,” ujar Ilzam.

Ilzam juga menekankan pentingnya teknologi dalam mempermudah pelayanan. “Dengan aplikasi haji pintar, kita dapat mengetahui identitas jamaah, termasuk nomor WhatsApp ketua kloter dan hotel tempat mereka menginap,” tambahnya.
Jika hotel yang dituju tidak terlalu jauh, ketua kloter biasanya akan menjemput langsung. Namun, jika jaraknya jauh atau berada di wilayah yang berbeda, tim Linjam akan menjemput menggunakan fasilitas mobil sektor untuk mengantar jamaah ke hotel mereka.
Untuk memudahkan identifikasi, hotel-hotel di Makkah yang digunakan oleh jamaah haji Indonesia diberi nomor yang diawali dengan nomor sektor. Misalnya, Bilal Hotel yang ditempati oleh jamaah haji dari Kabupaten Banyuwangi berada di bawah sektor 10 dan diberi nomor 1001. Nomor ini ditempel di depan gedung hotel, bersama dengan bendera merah putih yang disandingkan dengan bendera Kerajaan Saudi Arabia.
Langkah-langkah ini diambil untuk memastikan jamaah haji Indonesia merasa aman dan nyaman selama menjalankan ibadah haji, dengan dukungan penuh dari para petugas yang siap siaga 24 jam.
