Peringati HAB ke-80 RI, Bedah Buku Fondasi Iman dan Akhlak Dihadiri Sastrawan dan Budayawan Banyuwangi

BANYUWANGI, Actanews.id  – Dalam rangka memperingati Hari Amal Bakti (HAB) ke-80 Kementerian Agama Republik Indonesia, Panitia HAB Kantor Kementerian Agama Kabupaten Banyuwangi menyelenggarakan kegiatan bedah buku pada Jumat, (2/1/2026)  Kegiatan tersebut dilaksanakan di Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 2 Banyuwangi, Kecamatan Genteng.

Buku yang dibedah berjudul Fondasi Iman dan Akhlak: Refleksi Mendalam 13 Hadits Arbain Imam Nawawi, karya Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Banyuwangi, Dr. Chaironi Hidayat.

Kegiatan ini diikuti oleh para Kepala Kantor Urusan Agama (KUA), kepala madrasah, penghulu, penyuluh agama Islam, serta pegiat literasi dari berbagai unsur masyarakat, termasuk komunitas Lentera Sastra Banyuwangi.

Hadir sebagai narasumber pembanding, Ketua Dewan Kesenian Blambangan, Hasan Basri, yang menyampaikan bahwa buku tersebut menunjukkan kepekaan penulis dalam mengaitkan nilai-nilai keagamaan dengan realitas sosial dan budaya lokal Banyuwangi. Ia menilai penyampaian pesan keagamaan dalam buku ini disajikan dengan bahasa yang komunikatif, luwes, dan tidak kaku.

Narasumber pembanding berikutnya, Direktur Jawa Pos Radar Banyuwangi, Samsudin Adlawi, menyampaikan bahwa kegiatan bedah buku merupakan ruang akademik yang sehat untuk mengulas kelebihan dan kekurangan sebuah karya.

Menurutnya, adanya kritik dan catatan perbaikan merupakan hal yang wajar dalam tradisi literasi dan menjadi indikator bahwa sebuah buku layak dibaca dan dikaji.
Sementara itu, Ketua Himpunan Sarjana Kesusastraan Indonesia (HISKI) Komisariat Banyuwangi, Nurul Ludfia Rohmah, membedah buku tersebut dari perspektif sastra. Ia menilai buku ini memiliki kekuatan naratif yang mampu menjembatani teks-teks hadis dengan konteks kehidupan masyarakat kontemporer.

Dalam sesi diskusi, perwakilan pegiat literasi Syafaat dari Lentera Sastra Banyuwangi, serta sejumlah peserta lainnya, di antaranya Aekanu Haryono dari Komunitas Kiling Osing Banyuwangi dan Rahmatullah Jhon, turut menyampaikan pandangan terkait keunggulan dan beberapa perbedaan penafsiran hadis yang terdapat dalam buku tersebut. Secara umum, para peserta menilai buku ini menarik dan bermanfaat, meskipun terdapat perbedaan sudut pandang penafsiran yang masih berada dalam koridor khilafiyah dan tidak menyentuh prinsip dasar ibadah.

Menanggapi berbagai masukan tersebut, Dr. Chaironi Hidayat menyampaikan bahwa perbedaan pendapat merupakan sesuatu yang sah dan diperbolehkan dalam tradisi keilmuan Islam. Ia menegaskan bahwa perbedaan pandangan justru menjadi kekuatan dalam membangun pemahaman keagamaan yang moderat dan berwawasan kebangsaan.

Kegiatan bedah buku ini dilaksanakan setelah upacara peringatan Hari Amal Bakti ke-80 Kementerian Agama Republik Indonesia yang digelar di MAN 2 Banyuwangi. Seluruh rangkaian kegiatan HAB ke-80 di lingkungan Kantor Kementerian Agama Kabupaten Banyuwangi berlangsung dengan tertib, khidmat, dan lancar. (Syaf)