Foto : Para pekerja saat menyelesaikan pemasangan udith untul saluran jalan lingkungan di Kebonwaris, Pandaan
Pasuruan, Actanews.id – Pembangunan saluran drainase di Desa Kebonwaris, Kecamatan Pandaan, Kabupaten Pasuruan, terus dikebut. Memasuki minggu keempat pelaksanaan, progres pekerjaan pemasangan U-Ditch telah mencapai sekitar 60 persen.
Pekerjaan tersebut merupakan program Pemerintah Kabupaten Pasuruan melalui Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Perkim) Kabupaten Pasuruan tahun anggaran 2026.
Berdasarkan pantauan dilapangan, pekerjaan pembangunan drainase Desa Kebonwaris tersebut memiliki nilai kontrak sebesar Rp.176 juta dengan jangka waktu pelaksanaan 90 hari kalender. Pekerjaan dilaksanakan oleh CV Krishna.
Di lapangan, item pekerjaan yang saat ini dikerjakan antara lain pemasangan U-Ditch sebagai saluran utama serta pemasangan cover atau penutup bagian atas saluran.
Abdillah, pelaksana pekerjaan di lapangan, mengatakan hingga memasuki minggu keempat progres pekerjaan sudah mencapai sekitar 60 persen.
“Untuk progres sampai minggu keempat sekitar 60 persen. Saat ini pemasangan U-Ditch dan cover atas terus dilakukan,” ujarnya.
Menurutnya, selama pelaksanaan pekerjaan tidak terdapat kendala berarti. Namun, proses penggalian sempat menghadapi kesulitan karena banyak terdapat saluran pembuangan lama yang tertanam dan terhubung dengan permukiman warga.
“Kalau kendala berarti tidak ada. Hanya saat penggalian memang cukup sulit karena banyak saluran pembuangan dari rumah warga yang sudah tertanam,” jelasnya.
Sementara itu, Sulastri, warga RT 02/RW 02, lingkungan Dusun Patebon, Desa Kebonwaris, mengaku lega dengan adanya pembangunan saluran drainase tersebut.
Ia mengatakan, pembangunan saluran pembuangan seperti ini baru dilakukan setelah puluhan tahun kondisi lingkungan permukiman setempat belum mendapatkan penanganan serupa.
“Sudah puluhan tahun baru kali ini ada pembangunan saluran. Jadi bisa lega. Mudah-mudahan kalau musim penghujan tidak banjir lagi,” kata Sulastri.
Ia menuturkan, sebelum pembangunan drainase dilakukan, air hujan kerap menggenangi badan jalan dan meluber ke lingkungan sekitar.
“Kalau musim penghujan, jalan selalu dipenuhi air dan meluber ke mana-mana,” imbuhnya.
Melalui pejabat fungsional Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman Kabupaten Pasuruan, Boby, menjelaskan bahwa pembangunan drainase di kawasan permukiman ditujukan untuk meningkatkan kapasitas dan kelancaran sistem pembuangan air, khususnya saat terjadi peningkatan debit akibat hujan.
“Penggunaan U-Ditch juga memberikan bentuk saluran yang lebih terukur sehingga aliran air dapat diarahkan dengan lebih baik menuju sistem pembuangan yang tersedia,” pungkas Boby. (Tya)
