PDIP Jatim Gelar Peringatan Nuzulul Qur’an dan Santuni Anak Yatim di Pasuruan

Pasuruan, Actanews.id – Jajaran pengurus DPD PDI Perjuangan Jawa Timur menggelar peringatan Nuzulul Qur’an yang dirangkaikan dengan silaturahmi kader serta santunan kepada anak yatim serta buka puasa bersama di RM Kurnia, Kota Pasuruan, Senin (9/3).

Kegiatan tersebut dihadiri pengurus DPC dan PAC PDIP dari Kota dan Kabupaten Pasuruan sebagai bagian dari upaya memperkuat konsolidasi internal partai.

Wakil Ketua Bidang Reformasi Sistem Hukum Nasional DPD PDIP Jawa Timur, Andri Wahyudi, mengatakan kegiatan ini menjadi sarana mempererat kebersamaan dan soliditas kader. Menurutnya, saat ini partai tengah memasuki fase regenerasi kepengurusan mulai dari tingkat pusat hingga daerah.

“Prinsipnya hari ini kita menyolidkan barisan. Proses regenerasi di tingkat DPP, DPD hingga DPC sedang berjalan dan penjaringan kepengurusan sudah selesai,” ujarnya.

Ia menegaskan pentingnya menjaga kekompakan seluruh struktur partai agar tetap solid dalam menjalankan agenda organisasi. Selain itu, Andri juga menyampaikan pesan Said Abdullah terkait komposisi kepengurusan partai yang mendorong keterlibatan perempuan minimal 30 persen serta memberi ruang lebih besar bagi kader muda.

“Targetnya sekitar 40 persen pengurus berasal dari kalangan usia di bawah 35 tahun sebagai bagian dari upaya regenerasi dan penyegaran organisasi,” tambahnya.

Harapannya konsolidasi yang terus dilakukan dapat memperkuat PDIP di Pasuruan dalam menghadapi agenda politik ke depan, termasuk menuju tahun politik 2029.

Sementara itu, Wakil Ketua Bidang Ekonomi Kreatif dan Ekonomi Digital DPD PDIP Jawa Timur, Qintharra Ulya Yassifa, mendorong generasi muda untuk tidak ragu terlibat dalam aktivitas politik melalui partai.

Menurutnya, partisipasi anak muda penting untuk menghadirkan perspektif baru dalam menyikapi berbagai isu strategis di masyarakat.

“Anak muda jangan takut bergabung dengan partai. Kita membutuhkan pandangan generasi muda agar lebih realistis dalam menanggapi isu-isu strategis,” terangnya.

Ia juga menekankan pentingnya pembinaan kader muda melalui pelatihan debat, penguatan retorika politik, serta pemahaman ideologi partai agar kader memiliki arah perjuangan yang jelas.(Tya)