Actanews.id – Di balik produksi rumahan yang sederhana, usaha kue kacang di Desa Lemahbang Dewo, Kecamatan Rogojampi, Banyuwangi, berhasil meraih omzet hingga Rp 200 juta per bulan. Tak hanya sukses secara ekonomi, industri rumahan ini juga menjadi wadah pemberdayaan bagi Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ).
Dipimpin oleh Jamilah, rumah produksi kue kacang ini mempekerjakan 35 orang, mayoritas ibu-ibu rumah tangga. Uniknya, Jamilah juga mengasuh dan mempekerjakan seorang pasien ODGJ dari Puskesmas Gitik sebagai bagian dari program Teropong Jiwa. Program ini bertujuan untuk melatih pasien ODGJ yang sudah stabil dengan keterampilan kerja dan aktivitas produktif.
“Sudah tiga tahun dia bersama kami. Alhamdulillah, sekarang sudah bisa mencetak kue. Kami tidak memaksa dia untuk bekerja terus, cukup sesuai kemampuannya agar bisa belajar mandiri,” kata Jamilah.
Pasien tersebut bertugas menyangrai kacang, membuat adonan, mencetak, memanggang, hingga mengemas kue ke dalam plastik. Kehadiran dan kerja kerasnya menjadi bukti nyata bahwa setiap individu memiliki potensi yang dapat dikembangkan.
Bupati Banyuwangi, Ipuk Fiestiandani, mengunjungi rumah produksi ini pada Kamis (4/7/2024), dalam rangka program Bupati Ngantor di Desa (Bunga Desa) dan memberikan apresiasi tinggi kepada Jamilah. “Salut untuk Ibu Jamilah yang berani dan sabar menjadi orang tua asuh pasien ODGJ. Semoga usaha ini menjadi ladang ibadah dan semakin berkembang,” ujar Bupati Ipuk.
Jamilah telah merintis usaha ini sejak 24 tahun yang lalu. Awalnya, produksinya sangat terbatas dan dipasarkan sendiri. Namun, kini ia memproduksi sekitar 12.000 bungkus kue kacang setiap hari dengan harga jual Rp 1.000 per bungkus. Produk ini tidak hanya dipasarkan di sekitar Banyuwangi, tetapi juga menjangkau Surabaya, Madura, dan Bali.
“Awalnya hanya menitipkan di satu warung, kemudian bertambah menjadi dua, dan sekarang ada 20 sales yang membantu pemasaran. Kami juga menerima pesanan dari toko oleh-oleh dan reseller,” jelas Jamilah.
Keberhasilan Jamilah tidak hanya terletak pada omset yang menggiurkan, tetapi juga pada keberaniannya untuk melibatkan dan memberdayakan pasien ODGJ, memberikan harapan dan kesempatan bagi mereka untuk hidup mandiri.
