Actanews.id – Tingkat partisipasi masyarakat dalam Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada)/ bupati di Banyuwangi mengalami penurunan signifikan. Berdasarkan data sebelum pleno oleh KPU Kabupaten Banyuwangi, partisipasi pemilih mencapai sekitar 59 persen, jauh dari target awal sebesar 75 persen. Kondisi ini menjadi perhatian serius Komisi I DPRD Banyuwangi.

Ketua Komisi I DPRD Banyuwangi, Marifatul Kamila, SH., menyampaikan keprihatinannya atas rendahnya tingkat partisipasi masyarakat. Menurutnya, berbagai upaya telah dilakukan oleh pemerintah dan penyelenggara pemilu untuk meningkatkan kesadaran masyarakat dalam memilih, namun hasilnya belum sesuai harapan.
“Untuk Pilkada ini kan sudah selesai. Langkah selanjutnya tentu kami akan melakukan evaluasi, terutama terhadap penyelenggara seperti KPU dan Bawaslu. Sebelumnya, kami sudah rapat dan sama-sama turun ke lapangan untuk mendorong partisipasi masyarakat agar lebih besar. Namun kenyataannya, partisipasi menurut data sampai saat ini jauh dibawah target 75 persen,” ujar Marifatul dalam keterangannya, Kamis (28/11).
Marifatul juga menyoroti kemungkinan penyebab penurunan partisipasi ini. Ia menduga karena kejenuhan masyarakat akibat padatnya jadwal pemilu, termasuk Pileg sebelumnya, serta kurang efektifnya sosialisasi dari penyelenggara, menjadi faktor yang patut dievaluasi.
“Kemarin kami turun ke lapangan dan melihat langsung kondisi di masyarakat. Ada berbagai faktor, mulai dari kejenuhan masyarakat usai Pileg hingga minimnya sosialisasi. Insyaallah, dalam waktu dekat kami akan memanggil KPU dan Bawaslu untuk membahas hal ini,” tambahnya.
Meski begitu, Marifatul memastikan bahwa proses pemungutan suara berjalan lancar, dan belum ada laporan dan indikasi kecurangan dari bawaslu yang signifikan. Namun, ia menekankan pentingnya evaluasi menyeluruh agar permasalahan ini tidak terulang di masa mendatang.
“Kami bersyukur pemilu berjalan aman dan lancar. Namun, kami tidak ingin situasi ini terjadi lagi. Harapan kami, KPU ke depan lebih melakukan progran sosialisasi yang tepat agar masyarakat lebih antusias dalam menggunakan hak pilihnya,” tegas Marifatul.
