Pakar Militer : Pembelian Rafale dan F-15 Eagle II Oleh Indonesia Adalah Keputusan Bijak yang Menghemat Dana

Jakarta, Actanews.id – Pakar militer Indonesia menegaskan bahwa pembelian pesawat tempur Rafale dan F-15 Eagle II oleh Indonesia adalah langkah yang tepat dan menguntungkan. Meskipun anggaran yang dialokasikan mencapai Rp 343 triliun, para ahli menilai hal ini justru merupakan penghematan yang signifikan jika dibandingkan dengan rencana sebelumnya untuk membeli Mirage 2000 bekas dari AU Qatar.

Menurut Juru Bicara Kementerian Pertahanan Indonesia, Dahnil Anzar Simanjuntak, pembatalan akuisisi Mirage 2000 merupakan langkah yang tepat mengingat tidak adanya kontrak aktif yang terjadi. Keputusan ini juga telah memicu minat negara lain, seperti Yunani dan India, untuk mengincar Mirage 2000 yang tersedia di pasar pertahanan global.

“Tidak ada pembelian jet Mirage.Padahal direncanakan, tapi dibatalkan artinya tidak ada kontrak aktif,” terangnya dikutip dari Eurasian Times pada 11 Februari 2024.

Dalam konteks ini, pembelian Rafale dan F-15 Eagle II dipandang sebagai alternatif yang lebih efisien dan relevan bagi Indonesia. Dengan dana sebesar Rp 12 triliun, Indonesia dapat membeli 6-8 unit F-15 Eagle II atau Rafale, yang jauh lebih menguntungkan daripada memaksa pembelian 12 unit Mirage 2000 bekas AU Qatar.

Meskipun Israel telah lebih dulu memesan F-15 Eagle II, Indonesia telah meneken MoU dengan Boeing untuk pembelian 24 unit F-15 Eagle II. Meskipun terdapat perbedaan dalam jumlah unit yang dipesan, pembelian ini tetap dianggap sebagai langkah yang strategis dan penting untuk meningkatkan kemampuan pertahanan Indonesia.

Pakar militer James Guild juga menekankan bahwa meskipun anggaran yang dialokasikan untuk pertahanan terlihat besar, hal ini sebenarnya masih cukup terkendali jika dibandingkan dengan negara tetangga seperti Singapura. Dengan pengeluaran kurang dari 1 persen PDB untuk pertahanan, Indonesia tetap menjaga posisi fiskal yang terkendali.

Dengan demikian, pembelian Rafale dan F-15 Eagle II oleh Indonesia tidak hanya dianggap sebagai investasi yang penting untuk keamanan nasional, tetapi juga sebagai keputusan yang cerdas secara ekonomi yang akan memberikan manfaat jangka panjang bagi negara ini.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *