banner 728x250

Stop Sebarkan Propaganda & Ajakan Demo: LAKSI Minta Masyarakat Tidak Terprovokasi Isu Budi Arie

JAKARTA, Actanews.id  – Menjelang rencana aksi demonstrasi di depan Gedung KPK RI pada Jumat, 29 Agustus 2025, Lembaga Advokasi Kajian Strategis Indonesia (LAKSI) mengingatkan masyarakat agar tidak mudah terprovokasi isu yang belum jelas kebenarannya. Aksi tersebut sebelumnya beredar luas di media sosial dengan dalih menuntut KPK memeriksa nama Menteri Koperasi dan UKM, Budi Arie Setiadi, dalam kasus judi online.

Koordinator LAKSI, Azmi Hidzaqi, dalam keterangan persnya menegaskan bahwa kabar tersebut merupakan bagian dari upaya framing negatif yang tidak berdasar. Ia menyebut Budi Arie justru menjadi korban dari narasi liar yang sengaja diciptakan untuk melemahkan figur pejabat negara.

“Jangan mudah percaya pada isu-isu yang tidak jelas kebenarannya. Budi Arie adalah korban framing jahat. Kami mengajak masyarakat untuk bijak, menjaga persatuan, dan tidak ikut-ikutan dalam aksi demo yang hanya menguntungkan segelintir elit politik,” ujar Azmi, Rabu (27/8).

Minta Polisi Tidak Terbitkan Izin Aksi

Azmi juga meminta pihak kepolisian tidak memberikan izin aksi tersebut, terutama karena bertepatan dengan hari kerja. Menurutnya, demonstrasi pada hari Jumat berpotensi mengganggu aktivitas masyarakat, menimbulkan kemacetan, dan merugikan publik yang tengah fokus bekerja maupun belajar.

“Jangan ada aksi-aksi yang mengorbankan rakyat. Masyarakat harus cerdas dan tidak mudah terhasut oleh narasi provokatif yang hanya untuk kepentingan politik praktis,” tegasnya.

Bahaya Politisasi Isu Judol

LAKSI menilai, tagar #judol yang diusung dalam rencana aksi tersebut hanyalah strategi klasik untuk menggiring opini publik seolah negara dalam keadaan krisis. Padahal, menurut Azmi, fakta di lapangan tidak demikian.

“Ini cara provokator menciptakan narasi liar agar massa mudah dimobilisasi. Lebih berbahaya lagi jika isu ini dimanfaatkan elit politik dan kelompok tertentu demi syahwat kekuasaan,” ujarnya.

Ia juga mengingatkan agar tokoh agama tidak dijadikan alat kepentingan politik oleh pihak-pihak tertentu. “Mari kita rawat toleransi, kerukunan, dan menolak segala bentuk provokasi,” tambahnya.

Dukung Kinerja Budi Arie

Dalam kesempatan tersebut, Azmi menyampaikan dukungannya terhadap Menkop Budi Arie. Menurutnya, selama menjabat baik sebagai Menkop maupun saat sebelumnya menjadi Menkominfo, Budi Arie telah membawa banyak kemajuan, termasuk pemblokiran situs judi online serta program Kopdes Merah Putih.

“Beliau terbukti bekerja keras dan berkomitmen tegak lurus terhadap perintah Presiden Prabowo. Indonesia butuh figur seperti Budi Arie, bukan justru melemahkannya dengan isu-isu tidak produktif,” kata Azmi.

LAKSI menegaskan, stabilitas pemerintahan lebih penting daripada narasi provokatif yang berpotensi memecah belah. “Kami percaya Presiden Prabowo tidak suka kegaduhan politik. Mari kita jaga persatuan NKRI, menolak aksi demo, dan fokus mendukung pembangunan,” pungkas Azmi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *