Banyuwangi, Actanews.id – Sebanyak 23 pedagang di los relokasi Pasar Daging Rogojampi, Kabupaten Banyuwangi merasa was-was karena proyek revitalisasi atau pembangunan pasar yang baru belum ada kepastian. Kondisi selama sekitar 20 hari di tempat relokasi diakui oleh pedagang omzet penjualan mereka menurun drastis hingga 40 persen. Para pedagang menuntut kepastian dari Dinas Pasar terkait kelanjutan proyek pembangunan tersebut.
Seorang pedagang, inisial MD (50), menceritakan awal mula kekhawatiran mereka. “Pada awalnya kami diberitahu bahwa pasar akan di relokasi, padahal kondisinya masih bagus, tidak ada kebocoran atau banjir. Kami dipaksa pindah ke lokasi sementara, meskipun bangunan lama masih layak,” kata MD, Senin (1/7/2024).
Keputusan relokasi ini, menurut MD, disampaikan melalui musyawarah antara Kepala Pasar, Budi Harianto dengan para pedagang daging. “Kami tidak keberatan dengan relokasi karena itu keputusan pemerintah dan pasar Rogojampi sering mendapat kunjungan pejabat. Namun, setelah direlokasi ke pasar darurat, kondisi tempatnya kurang layak. Selain itu, ketika hujan turun akses masuk ke pasar sering terendam air, membuat pelanggan enggan datang, berdampak pada omzet penjualan kami menurun hingga 40 persen.”
“Pasar darurat juga sangat dekat dengan lokasi pengolahan daging, sehingga.kadang mengganggu kenyamanan para pedagang dan pelanggan,” tambahnya.
“Kami sudah mengeluh kepada kepala pasar soal omzet kami terus turun, daging menumpuk sehingga biaya operasional masuk freser meningkat. Setelah dua puluh hari, belum ada tanda-tanda aktivitas pembangunan,” ungkap MD.
Menurut penyampaian awal, pengerjaan pasar seharusnya maksimal memakan waktu 4- 6 bulan. Namun belum ada progres berarti. MD dan rekan-rekannya merasa was-was
“Informasinya anggaran sudah ada, tetapi pemenang tender belum diumumkan. Ini sangat aneh dan membuat kami kuatir, akan molor pengerjaannya,” tegasnya.

Ketua Komunitas Pemerhati Banyuwangi (KPB), Agung Bramantyo, turut menuntut pemerintah untuk segera memberi kepastian kepada para pedagang. “Pemerintah harus transparan dan segera menyelesaikan masalah ini. Para pedagang menggantungkan hidup mereka dari pasar ini. Memang sebaiknya harus jelas pemenang tender proyek, baru dilakukan relokasi,” ujar Agung.
Situasi ini mencerminkan kurangnya koordinasi dan transparansi dari pihak pemerintah, menambah masalah yang dihadapi pedagang daging di.pasar Rogojampi.
