Ngopi Sastra di Pantai Cacalan, Lentera Sastra Banyuwangi Siapkan Program Tahun 2025

Banyuwangi, Actanews.id  – Bertepatan dengan libur Imlek, komunitas Lentera Sastra Banyuwangi menggelar kegiatan “Ngopi Sastra” (Ngobrol Inspirasi Sastra) di Pantai Cacalan, Banyuwangi. Acara yang berlangsung pada Rabu (29/01) ini bertujuan untuk mengevaluasi kegiatan tahun lalu sekaligus merancang program kerja untuk tahun 2025.

Dalam acara tersebut, Ketua Lentera Sastra Banyuwangi, Syafaat, memaparkan bahwa pada tahun 2025, komunitas ini akan fokus pada dua agenda utama. Pertama, pelatihan menulis cerita pendek berlatar Banyuwangi, dan kedua, bimbingan teknis konvensi hak anak. Lentera Sastra Banyuwangi juga berencana mengadakan pelatihan pembuatan video profesional untuk mengembangkan keterampilan kreatif anggotanya.

“Pelatihan menulis cerita pendek berlatar Banyuwangi ini bertujuan untuk menggali potensi sastra lokal melalui cerita rakyat yang kaya, seperti legenda Sri Tanjung-Sidopekso dan mitos-mitos seputar Ijen dan Alas Purwo,” ujar Syafaat. “Kami ingin memberikan ruang bagi penulis muda untuk mengangkat kearifan lokal dalam karya sastra yang tidak hanya dinikmati oleh pembaca lokal, tetapi juga audiens yang lebih luas.”

Selain fokus pada sastra, Lentera Sastra Banyuwangi juga berkomitmen pada isu sosial, terutama hak anak. Syafaat menambahkan bahwa melalui bimbingan teknis mengenai konvensi hak anak, komunitas ini berharap dapat meningkatkan kesadaran tentang pentingnya perlindungan hak anak, yang disampaikan melalui karya sastra.

“Lentera Sastra ingin sastra menjadi media edukasi yang kuat. Dengan menggunakan cerita dan puisi, kami berharap dapat menyampaikan pesan-pesan penting tentang hak-hak anak dengan cara yang lebih menyentuh dan mengena,” tambahnya.

Seiring dengan perkembangan zaman, Lentera Sastra Banyuwangi juga akan memperkenalkan pelatihan pembuatan video profesional, yang bertujuan membekali anggotanya dengan keterampilan dalam menghasilkan konten digital, seperti film pendek dan animasi, untuk memperkenalkan sastra Banyuwangi secara lebih modern dan menarik.

“Kami ingin sastra tidak hanya berkembang di media cetak, tetapi juga dalam bentuk visual. Dengan keterampilan produksi video, kami bisa menjangkau audiens yang lebih luas,” ujar Ambar Afiah, salah satu anggota komunitas.

Dipilihnya Pantai Cacalan sebagai lokasi kegiatan Ngopi Sastra bukan tanpa alasan. Keindahan alam Pantai Cacalan yang tenang, ditambah dengan pemandangan Selat Bali yang menakjubkan, menciptakan suasana yang inspiratif bagi para peserta.

“Tempat ini sangat mendukung kreativitas. Suara ombak dan angin laut membuat suasana lebih rileks, dan kami bisa lebih bebas berimajinasi dalam berdiskusi tentang sastra,” ungkap Nur Saewan, anggota Lentera Sastra.

Para peserta yang hadir dalam acara ini terlihat antusias mengikuti diskusi sambil menikmati kopi dan kudapan yang disediakan. Beberapa bahkan spontan membaca puisi dan berbagi pengalaman mereka dalam menulis.

Dengan program-program yang telah dirancang, Lentera Sastra Banyuwangi berharap dapat terus berkontribusi pada dunia sastra di Banyuwangi, mengajak lebih banyak anak muda untuk bergabung, dan memperkenalkan sastra sebagai bagian dari kehidupan sehari-hari.

“Literasi bukan hanya soal membaca dan menulis, tetapi juga menyampaikan pesan, menggali kearifan lokal, dan menyebarkan inspirasi. Mari kita bersama-sama menjadikan sastra sebagai bagian dari kehidupan kita,” pungkas Syafaat.

Dengan semangat yang baru, Lentera Sastra Banyuwangi siap membawa sastra Banyuwangi ke tingkat yang lebih tinggi pada tahun 2025.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *