Actanews.id – Pemerintah Kabupaten Banyuwangi, Provinsi Jawa Timur telah berhasil mencatat prestasi dengan mengintegrasikan 300 jenis layanan publik dalam satu tempat melalui Mall Pelayanan Publik (MPP) di Kota Banyuwangi. Terobosan terbaru, MPP Digital, memungkinkan akses layanan kependudukan, perizinan, dan kesehatan melalui ponsel, sehingga dapat meningkatkan aksesibilitas bagi masyarakat.
Pengembangan MPP Digital yang terintegrasi dengan layanan Smart Kampung memudahkan warga mengakses layanan publik. Bahkan untuk mempermudah akses, Pasar Pelayanan Publik di Kecamatan Rogojampi dan Genteng dibuka untuk memfasilitasi warga di daerah terpencil.
Meski demikian, masih ada beberapa warga mengeluhkan soal pelayanan, kebanyakan tentang antrian,.seperri yang terjadi di Pasar Pelayanan Publik Rogojampi. Seperti pada MPP kota, kini penggunaan sistem online antrian juga diterapkan. Tentu hal ini menimbulkan problem bagi warga yang belum terbiasa dengan teknologi tersebut, seperti yang dialami Indah (23), warga dari Kecamatan Songgon.
Indah mengungkapkan kekecewaannya karena tidak dapat mengakses antrian online melalui aplikasi Smart Kampung, karena belum diapilkasikan dalam ponselnya. Sedangkan saat dia mwmakai antrian manual, telah tutup pukul 09.00 WIB. Hal ini membuatnya harus pulang dengan tangan hampa.
“Pelayanan publik di Rogojampi saat ini berbeda tidak seperti yang kemarin, dalam pengurusan dokumen ada batasan waktu untuk pengurusan antrian manual, jam 9.00 pagi sudah tutup. Dan sekarang dengan sistem antrian online. Sedangkan kita masyarakat awam apa mengerti tetang online, sungguh saya sangat kecewa,” ungkapnya.
Kepala Pelayanan Publik Rogojampi, Dayat, menanggapi masalah ini dengan menyatakan komitmennya untuk meningkatkan pelayanan kepada masyarakat. Dia menjelaskan bahwa penerapan aplikasi Smart Kampung dilakukan secara bertahap dan membutuhkan kerjasama dengan berbagai pihak untuk mensosialisasikan kepada warga. “Selain itu, pengurusan dengan nomor antrian manual tetap disediakan sebagai solusi alternatif bagi warga yang menghadapi kesulitan teknis,” singkatnya.
