BANYUWANGI, Actanews.id – Penanganan kasus kecelakaan lalu lintas yang menimpa seorang pemuda di Banyuwangi kini menjadi sorotan publik. Keluarga korban menilai proses penyelidikan berjalan lambat dan belum menunjukkan perkembangan yang jelas, meskipun laporan resmi telah disampaikan sejak beberapa bulan lalu.
Peristiwa tersebut bermula pada malam Minggu sekitar pukul 02.00 WIB ketika Nova, seorang pemuda asal wilayah utara Banyuwangi, mengalami kecelakaan tunggal. Sepeda motor yang dikendarainya diduga terpeleset hingga menabrak sebuah warung buah milik warga berinisial Rsk.
Pada awalnya keluarga menganggap kejadian itu sebagai kecelakaan biasa.
Namun beberapa hari setelah insiden, muncul keterangan baru dari seorang saksi bernama Dulla yang mengaku melihat langsung peristiwa yang terjadi malam itu.
Satoni, kerabat korban, mengatakan Dulla datang ke rumah keluarga dan menceritakan kronologi kejadian secara rinci. Dalam penjelasannya, saksi tersebut bahkan memperagakan bagaimana korban diduga mengalami tindakan kekerasan setelah kecelakaan terjadi.
“Dulla menyampaikan langsung apa yang ia lihat malam itu. Ia juga memperagakan bagaimana korban diduga diinjak-injak. Saat itu ada juga anggota dari kepolisian dan anggota TNI,” ujar Satoni kepada wartawan.
Mendengar keterangan tersebut, Satoni berusaha mencari kebenaran dengan mendatangi lokasi kejadian. Ia mengaku sempat berpura-pura membeli makanan di warung dekat lokasi kecelakaan sambil merekam percakapan dengan pemilik warung.
Menurut Satoni, dalam rekaman yang dimiliki keluarga, pemilik warung tersebut sempat menyebut bahwa kecelakaan memang terjadi dan korban diduga mengalami kekerasan setelah terjatuh dari motor.
“Rekaman itu sudah saya kirim melalui WhatsApp sebagai bukti tambahan untuk memperkuat laporan yang dibuat adik saya, Budi Utomo,” jelasnya.
Keterangan tersebut, lanjut Satoni, juga diperkuat oleh istri Dulla yang mengaku mengetahui adanya keributan pada malam kejadian setelah dibangunkan oleh ibu dari pemilik warung.
Sementara itu, Budi Utomo, ayah korban, mengatakan dirinya baru mengetahui dugaan adanya kekerasan beberapa hari setelah kecelakaan terjadi. Setelah mendapatkan informasi tersebut, ia segera melaporkan peristiwa itu kepada Kapolresta Banyuwangi pada 8 Oktober 2025.
“Saya hanya ingin semuanya jelas. Jika memang ini murni kecelakaan, kami bisa menerima. Tetapi jika ada unsur kekerasan, tentu harus diproses sesuai hukum,” tegas Budi.
Keluarga juga menyebut korban sempat memberikan keterangan bahwa dirinya diduga dipukul oleh dua orang, salah satunya disebut mengenakan sarung dan kaos putih. Hingga kini kondisi korban dilaporkan belum pulih sepenuhnya.
Meski laporan telah disampaikan berbulan-bulan lalu, keluarga merasa perkembangan kasus belum memberikan kejelasan. Mereka berharap aparat penegak hukum dapat bekerja secara transparan dan profesional untuk mengungkap fakta sebenarnya. (*)
