Actanews.id – MI Darun Najah II Banyuwangi memantapkan diri sebagai salah satu madrasah terbaik di bidang literasi. Prestasi demi prestasi terus diraih para siswinya, menjadikan madrasah ini sebagai percontohan pendidikan literasi di tingkat sekolah dasar.
Beragam penghargaan berhasil dibawa pulang oleh para siswi MI Darun Najah II, mulai dari juara lomba puisi, bercerita, hingga pidato tingkat kabupaten. Keberhasilan ini menjadi bukti komitmen madrasah dalam membentuk generasi unggul di bidang literasi.
Pada Sabtu (14/12), Pemimpin Redaksi Penerbit Lintang Banyuwangi, Maulana Affandi, SS., berkunjung ke MI Darun Najah II. Dalam kunjungannya, ia bertemu dengan Kepala Madrasah, Majidatul Himmah, S.Ag., untuk membahas berbagai program literasi yang telah diterapkan di madrasah tersebut.
Sebagai bentuk dukungan, Affandi memberikan kenang-kenangan berupa buku terbitan Penerbit Lintang Banyuwangi. “Dukungan seperti ini diharapkan semakin memotivasi para siswi untuk terus berkarya,” ujar Affandi.
Keberhasilan MI Darun Najah II di bidang literasi tidak terlepas dari berbagai program unggulan, salah satunya Gerbang (Gemar Berbahasa Asing), yang digagas oleh Kementerian Agama Banyuwangi. Program ini mengharuskan siswi menggunakan bahasa Inggris setiap Rabu, mulai dari gerbang sekolah hingga di dalam kelas.
“Ini melatih siswi agar terbiasa berbahasa Inggris secara aktif,” kata Majidatul Himmah, S.Ag. Selain itu, setiap siswi juga diwajibkan mengikuti ekstrakurikuler tahfiz Quran. Kepala Madrasah meyakini bahwa keberhasilan para siswi tak lepas dari barokah Al-Quran.
“Membaca dan menghafal Al-Quran membuat mereka lebih disiplin dan cerdas,” tambahnya.
Keberhasilan literasi di MI Darun Najah II juga didukung Yayasan Lentera Sastra, yang dipimpin oleh Syafaat. Sebagai penggerak literasi di Kementerian Agama Banyuwangi, Syafaat kerap memberikan pelatihan menulis kepada siswi.
“Dua buku telah diterbitkan oleh para siswi MI Darun Najah II. Salah satunya adalah Petualangan Penaku, yang berisi cerita kehidupan sehari-hari para siswi,” jelas Syafaat.
Aida Aristia Dewi, S.Pd., salah satu guru MI Darun Najah II, juga berperan aktif dalam menggerakkan semangat literasi. Sebagai pegiat sastra dan pengampu pelajaran Bahasa Inggris, ia memanfaatkan puisi untuk meningkatkan minat baca dan tulis siswi.
“Puisi menjadi medium yang menyenangkan. Harapannya, mereka mencintai literasi melalui puisi,” ujarnya.

Budayawan sekaligus pengajar puisi, Bung Aguk, turut mendukung literasi di madrasah ini. Ia menekankan pentingnya sinergi pendidikan agama dan literasi.
“Anak-anak yang mendalami ilmu agama cenderung lebih cerdas dalam memahami pelajaran,” kata Aguk, sambil memperkenalkan salah satu siswi berprestasi, Naila.
Dengan program unggulan, dukungan dari berbagai pihak, dan peran guru yang aktif, MI Darun Najah II Banyuwangi terus menginspirasi dunia pendidikan. Madrasah ini tak hanya mencetak generasi berprestasi di bidang literasi, tetapi juga generasi yang menjunjung tinggi nilai-nilai agama.
Penulis: Maulana Affandi
