Actanews.id – Sebagai bentuk kepedulian terhadap literasi, MI Darun Najah II Banyuwangi menyelenggarakan pelatihan menulis puisi yang diikuti oleh 99 siswi pada Rabu (18/12). Kegiatan ini menghadirkan dua narasumber inspiratif, yakni H. Syafaat, S.H., M.H.I., Ketua Yayasan Lentera Sastra, dan Maulana Affandi, S.S., Pemimpin Redaksi Penerbit Lintang dan Media Sastrawacana.
Kepala Madrasah, Majidatul Himmah, S.Ag., dalam sambutannya menekankan pentingnya menulis sebagai warisan yang dapat dikenang. Ia mengajak para siswi untuk terus berkarya, karena menurutnya, karya yang bermanfaat dapat menjadi amal jariyah.
“Tanpa karya, seseorang akan dilupakan. Maka kita harus menulis, agar nama kita dikenang selamanya,” ujarnya penuh semangat.

Pada sesi pertama, H. Syafaat memberikan materi tentang dasar-dasar puisi dan motivasi menulis. Ia mengingatkan para siswi agar tidak takut atau malu dengan tulisan mereka.
“Tidak ada tulisan yang jelek, semua karya itu bagus. Jadi jangan malu, ya!” tegasnya.
Sebagai bentuk apresiasi, Syafaat membagikan buku Hebat Bersama Ummat kepada dua siswi berprestasi, yakni Hawa Ummu Salamah, yang merupakan hafidzah, dan Adelia, peraih penghargaan baca puisi di berbagai ajang tingkat lokal hingga Jawa-Bali.
Sesi kedua dipandu oleh Maulana Affandi, alumni Fakultas Sastra Universitas Jember. Ia memberikan trik menulis puisi, seperti membuat daftar kata terkait tema, dan mengajak para siswi menuangkan perasaan dalam bentuk tulisan.
“Puisi adalah ungkapan hati atau curahan perasaan dalam bentuk tulisan indah. Tapi cukup beberapa bait saja, tidak perlu sepanjang cerpen atau novel,” jelasnya.
Affandi juga memandu sesi praktik menulis puisi dengan menekankan pentingnya orisinalitas karya, tanpa menyontek.
Kegiatan ini turut dihadiri Bung Aguk, yang memberikan arahan sekaligus membantu mengoreksi hasil tulisan para siswi. Dengan panduan dari Miss Aida dan Yusqi serta pencatatan oleh Ustaz Bagas, pelatihan ini berhasil menghasilkan karya-karya spontan dalam waktu relatif cepat.
“Harapannya, saat perpisahan akhir tahun ajaran nanti, buku kedua berjudul Petualangan Penaku yang berisi karya guru dan siswi berupa cerita serta puisi dapat diterbitkan,” ujar Miss Aida, penanggung jawab pengembangan literasi dan kesiswaan.
Sebagai informasi, MI Darun Najah II memiliki sejumlah program unggulan, seperti hafidzah, serta ekstrakurikuler puisi, pantomim, pidato, nasyid, renang, MTQ, dan kaligrafi.
Di akhir kegiatan, karya siswi yang mengikuti lomba menulis surat untuk Bupati juga dikumpulkan oleh Kepala Madrasah untuk diserahkan ke Radar Banyuwangi sebelum batas waktu yang ditentukan.
Reporter : Maulana Affandi/Aguk
