Actanews.id – Memperingati Hari Lahir Pancasila pada setiap 1 Juni, Gereja Kristen Jawi Wetan (GKJW) Banyuwangi menggelar acara sederhana namun khidmat yang dibalut dalam” Gesah Kebangsaan”, pada Jumat (31/5/2024) malam.
Pendeta Dwi Hastuti S.Si, yang juga Ketua Panitia, mengatakan bahwa tema kegiatan kali ini adalah “Membangun Jiwa Persaudaraan dalam Kebhinekaan”.
“Tema ini dipilih agar nilai-nilai Pancasila bisa membangkitkan spirit positif untuk saling menghormati dan menyayangi demi kejayaan Indonesia,” ujar Pdt. Dwi.

Acara ini dihadiri oleh berbagai tokoh lintas agama, budayawan, serta komunitas seni dan mahasiswa. Hadir pula para narasumber seperti Ketua LDII Kabupaten Banyuwangi, Ketua Kopat Banyuwangi, Ketua Lesbumi Banyuwangi, Genta Blambangan, Pdt. GKJW Jajag, Pdt. Batak di Banyuwangi, serta sejumlah seniman seperti Sinar ‘Kenong’ Lintang, Kjn.Ilham Panji belambangan, Udik Bejo, Momo, Tulus Moses , Kent Ali, Pribadi Fransdinata, Raden Mas Hari dan beberapa aktifis komunitas mahasiswa Banyuwangi, Komunitas seniman dan budaya lainnya.

Dalam kesempatan tersebut, Pdt. Dwi kepada Actanews.id menjelaskan, bahwa memperingati Hari Lahir Pancasila setiap tahun penting, namun substansi Pancasila seharusnya sudah diimplementasikan jauh sebelum itu. “Kita punya kewajiban untuk menyerap dan mengamalkan nilai-nilai Pancasila dalam konteks kekinian,” katanya. Dia juga menekankan pentingnya menanamkan pemahaman tentang Pancasila pada anak-anak dan generasi muda.
Wowok Meirianto, Ketua Kopat Banyuwangi, menyatakan kebahagiaannya bisa ikut bersilaturahmi dan berdiskusi tentang Pancasila di GKJW. “Semoga kebhinekaan, keanekaragaman agama, ras, komunitas, seni, dan budaya semakin mewarnai kerukunan dan kedamaian di Banyuwangi,” harapnya.
Dia menekankan pentingnya mengamalkan Pancasila dalam kehidupan sehari-hari dan menggunakan media komunikasi terkini untuk menyosialisasikan nilai-nilai Pancasila.
Ketua PC Lesbumi NU Kabupaten Banyuwangi, Taufik Wr. Hidayat atau akrab disapa Gus Fiq, juga menyampaikan bahwa acara ini adalah upaya pengamalan Pancasila. Dalam orasi kebudayaannya, Gus Fiq membacakan puisi bertema kerukunan dan toleransi antar umat dan golongan di tengah keberagaman.

Acara Gesah Kebangsaan ini menjadi momentum penting untuk memperkuat nilai-nilai persaudaraan dalam kebhinekaan, sejalan dengan semangat Pancasila yang terus relevan dan harus dihidupi oleh seluruh masyarakat Indonesia. (I-Triadi)
