Actanews.id. – Menteri Kebudayaan Republik Indonesia, Fadli Zon, meresmikan Museum Keris Helmi Art di Desa Sera Barat, Kecamatan Bluto, Sumenep, pada Kamis, 30 Januari 2025. Peresmian ini ditandai dengan pengguntingan pita yang dilakukan oleh Fadli Zon, didampingi oleh Bupati Sumenep, Forkopimda, serta pemilik Helmi Art Museum.
Dalam sambutannya, Fadli Zon mengungkapkan kebanggaannya terhadap Museum Keris Helmi Art yang menjadi sarana edukasi penting bagi masyarakat dan generasi muda untuk memahami lebih dalam mengenai seni pembuatan keris. “Museum ini tidak hanya menampilkan koleksi keris dengan tata pamer yang menarik, tetapi juga memberi kesempatan kepada masyarakat untuk melihat langsung proses pembuatan keris di Besalen Santoso Sera,” ujar Fadli Zon.

Fadli juga menekankan pentingnya menjaga dan melestarikan keris sebagai bagian dari warisan budaya bangsa. “Keris memiliki nilai tradisi dan sejarah yang luar biasa. Saya berharap, meski kita terus mengejar pembangunan dan kemajuan, kita tidak melupakan budaya dan tradisi nenek moyang kita,” katanya.
Bupati Sumenep, Achmad Fauzi Wongsojudo, turut mengungkapkan komitmen pemerintah daerah dalam melestarikan keris. Pada 2014, Sumenep telah dicanangkan sebagai kota keris, dengan ribuan pengrajin keris yang diakui UNESCO. “Kami juga menetapkan Desa Aeng Tong-tong sebagai desa keris pada 2018, dan terus melakukan berbagai upaya pelestarian seperti jamasan pusaka dan pameran keris,” tambah Fauzi.
Pemilik Helmi Art Museum, Bapak Helmi, menekankan pentingnya mengembangkan dan melestarikan seni budaya keris di Sumenep. “Keris adalah karya seni adiluhung yang tak hanya dihasilkan melalui keterampilan, tetapi juga melalui rasa. Sumenep adalah salah satu daerah penghasil keris terbaik, dan keris kami sudah diekspor ke berbagai negara,” ujarnya.
Peresmian Museum Keris Helmi Art ini diharapkan menjadi salah satu langkah penting dalam melestarikan tradisi budaya dan mendorong kreativitas seni keris di Kabupaten Sumenep.