Lansia Hilang di Kabat Ditemukan Meninggal di Area Kebun, Diduga Terjatuh di Medan Curam

Banyuwangi, Actanews.id  – Setelah dilakukan pencarian intensif, seorang lansia yang sebelumnya dilaporkan hilang akhirnya ditemukan dalam kondisi meninggal dunia di wilayah Kecamatan Kabat, Kabupaten Banyuwangi.

Korban diketahui bernama Sitinah (78), warga Dusun Bangeran, Desa Macan Putih, Kecamatan Kabat. Ia ditemukan pada Rabu (8/4/2026) sekitar pukul 13.45 WIB di area kebun yang juga difungsikan sebagai lokasi tambang batuan, tepatnya di Dusun Kejoyo, Desa Tambong.

Penemuan korban merupakan hasil pencarian gabungan yang melibatkan tim Basarnas Banyuwangi, Polsek Kabat, pihak Kecamatan Kabat, Pemerintah Desa Tambong, tenaga medis, serta warga sekitar.

Sebelumnya, laporan orang hilang disampaikan oleh anak korban, Arbainah (52), pada Selasa malam (7/4/2026). Dalam laporannya, korban diketahui telah meninggalkan rumah tanpa izin sejak Senin pagi (6/4/2026) sekitar pukul 09.00 WIB.

Menindaklanjuti laporan tersebut, aparat kepolisian bersama tim gabungan langsung melakukan pencarian terpadu sejak Rabu pagi. Hingga akhirnya, korban ditemukan dalam kondisi sudah tidak bernyawa di lokasi yang cukup sulit dijangkau.

Proses evakuasi jenazah dilakukan dengan hati-hati mengingat kondisi medan yang curam dan berada di dataran tinggi. Jenazah kemudian dibawa ke rumah duka yang berjarak sekitar 1 kilometer dari lokasi penemuan untuk dilakukan pemeriksaan luar oleh tim Inafis Polresta Banyuwangi bersama tenaga medis dari Puskesmas Kabat.

Dari hasil pemeriksaan, ditemukan sejumlah luka lecet di beberapa bagian tubuh korban, seperti dahi, lengan kiri, perut kiri, bokong, leher, dan kaki kanan. Namun, tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan atau tindak pidana.
Berdasarkan keterangan keluarga dan warga sekitar, korban diketahui mengalami demensia dan sebelumnya telah beberapa kali meninggalkan rumah tanpa sepengetahuan keluarga.

Selain itu, kondisi lokasi penemuan yang berupa medan curam dengan kemiringan sekitar 10 hingga 15 meter serta adanya bekas ilalang rebah memperkuat dugaan bahwa korban terjatuh dan mengalami benturan dengan batuan di sekitar lokasi.

Meski demikian, untuk memastikan penyebab pasti kematian, seharusnya dapat dilakukan pemeriksaan lanjutan berupa autopsi. Namun pihak keluarga telah menerima kejadian tersebut dengan ikhlas dan menolak dilakukan autopsi, yang diperkuat dengan surat pernyataan resmi.

Pihak kepolisian menyatakan telah melakukan serangkaian tindakan, mulai dari menerima laporan, mengamankan tempat kejadian perkara (TKP), mengumpulkan keterangan saksi, hingga berkoordinasi dengan berbagai pihak terkait dalam proses pencarian dan penanganan korban. (*)