Lagi, Hoax Hantam Kapolresta Banyuwangi, Diduga Ulah Oknum yang Mengatasnamakan Petani Desa Pakel

Actanews.id – Sebuah penelitian Robert D.Hare, guru besar di British Columbia University, Vancouver, Kanada, mengungkapkan bahwa hanya individu dengan sifat psikopat yang mampu menyebar fitnah dan kebohongan demi kepuasan dan keuntungan pribadi.

Dalam banyak kasus kriminal, psikopat dikenal akan dampak kerusakan fatal dari perbuatannya, kemampuan memainkan kata, serta daya tarik luar biasa yang mampu mengelabui calon korban.

Istilah ini mungkin cocok disematkan pada oknum yang tanpa empati meracuni pikiran warga Desa Pakel, Kecamatan Licin, Kabupaten Banyuwangi, untuk melakukan reclaiming terhadap tanah negara yang mereka yakini sebagai warisan leluhur sejak 1929.

Konflik agraria ini pecah sejak 2018 dan terus membara. Pemerintah daerah, TNI-Polri, KLHK, dan ATR/BPN telah berusaha mengakhiri konflik ini, namun menemui jalan buntu. Pendekatan sosial melalui program Tali Asih oleh PT Bumisari Maju Sukses (BMS) juga gagal menyelesaikan masalah.

Hasutan yang berdalih advokasi berhasil menciptakan ketegangan di Desa Pakel. Mayoritas masyarakat yang bergantung pada sektor pertanian dan perkebunan semakin terpuruk ekonominya.

Kelompok Rukun Tani Sumberrejo Pakel (RTSP) disebut-sebut sebagai pihak yang memicu konfrontasi dengan PT BMS, tanpa mempertimbangkan dampak buruknya. Kerugian materi, kesenjangan antarwarga, dan rusaknya tatanan sosial di Desa Pakel kian dirasakan.

Keresahan ini melahirkan gerakan “Presidium Gerakan Pakel Damai Sejahtera” yang dideklarasikan oleh ratusan warga korban konflik pada Jumat (21/6/2024). Mereka berharap tercipta kedamaian di Desa Pakel dan mengecam oknum luar desa yang menyebarkan informasi salah demi kepentingan pribadi.

Sikap permusuhan sering ditunjukkan kepada warga yang menolak mendukung kegiatan RTSP. Isu negatif menjadi senjata untuk memicu kebencian terhadap warga yang berbeda pendapat.

Fakta baru terungkap dari penuturan warga yang enggan diungkap identitasnya, diduga takut menjadi korban perundungan dan intimidasi. Banyak penduduk Desa Pakel yang bekerja sebagai karyawan dan buruh perkebunan Bumisari, sehingga konflik ini juga menjadi konflik sosial antarwarga desa.

Isu negatif dan hoax mengiringi pergerakan RTSP, sering digunakan untuk menyerang pihak yang berseberangan atau mempengaruhi anggota kelompok. Kapolresta Banyuwangi, Kombes pol Nanang Haryono, yang menegakkan hukum terhadap pelaku penganiayaan security PT BMS, menjadi target hoax yang menyebut dirinya telah dibeli oleh pihak perkebunan.

Sebuah meme hoax menggiring opini publik bahwa Kapolresta menggunakan tangan besi untuk memadamkan perjuangan petani Pakel. Berdasarkan penuturan warga, meme hoax tersebut diduga kuat ulah oknum tak bertanggung jawab dari kelompok RTSP.

(Irw -B-News)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *