Banyuwangi, Actanews.id – Revitalisasi Pasar Rogojampi, tepatnya di sisi timur atau bagian belakang pasar yang diperuntukkan bagi pedagang daging, menarik perhatian publik. Proyek yang menelan anggaran sebesar Rp 2,52 miliar dari APBN Tahun 2024 tersebut kini menjadi fokus pengawasan Komunitas Pemerhati Banyuwangi (KPB) di Rogojampi.

Ketua KPB, Agung Surya Wirawan, menegaskan bahwa pihaknya akan memastikan penggunaan anggaran pemerintah pusat dilakukan secara tepat dan transparan. “Kami memantau proyek ini dari awal untuk memastikan tidak ada penyimpangan. Walaupun ada dugaan CV yang memenangkan tender hanya meminjam nama, fokus kami tetap pada pengawasan kualitas pekerjaan dan penggunaan anggaran,” ujarnya.
Proyek revitalisasi ini dilaksanakan oleh CV Kris Jaya Sakti, pemenang tender dengan anggaran yang cukup lebih rendah dari total dana Rp 3,3 miliar yang dialokasikan pemerintah pusat. Meski demikian, Agung menekankan bahwa perbedaan nilai anggaran bukan menjadi masalah utama. “Yang penting bangunannya berkulitas, tidak dikerjakan sembarangan,” tambahnya.
KPB mendesak dinas terkait agar memperketat pengawasan terhadap proyek ini. “Ini anggaran negara yang pada akhirnya akan dinikmati oleh masyarakat, khususnya pedagang pasar. Oleh karena itu, kami mendorong pihak berwenang untuk sungguh-sungguh dalam pengawasannya, agar sesuai dengan spesifikasi yang ditetapkan,” tegas Agung.
Lebih lanjut, Agung menegaskan bahwa KPB terus memantau proyek ini hingga selesai. “Kami dokumentasikan dari awal pengerjaan. Jika kami menemukan adanya kejanggalan atau pelanggaran, kami tidak akan ragu untuk melaporkannya,” pungkasnya.
