KPB Apresiasi Pemeliharaan Sungai Pasar Rogojampi, Dorong Perhatian Pemerintah pada Sanitasi dan Sistim Buang Limbah

Actanews.id – Komunitas Pemerhati Banyuwangi (KPB), sebuah organisasi kemasyarakatan yang ada di Rogojampi, memberikan apresiasi kepada pemerintah Kabupaten Banyuwangi atas pemeliharaan sungai di belakang Pasar Desa/Kecamatan Rogojampi. Kegiatan pembersihan dan pengerukan sedimen sungai yang dilakukan oleh Dinas PU Pengairan bersama Dinas Koperasi Usaha Mikro dan Perdagangan (Diskop UMK dan Perdagangan), pada Jumat (14/6/2024) pagi, dinilai sebagai langkah positif dalam upaya mengurangi risiko banjir dan meningkatkan kapasitas volume air.

Kepala Dinas PU Pengairan Banyuwangi, Guntur Priambodo, menjelaskan bahwa proses pembersihan dan pengerukan sedimen ini dilakukan secara gotong royong. “Kami melakukan pembersihan dan pengerukan sedimen yang membuat sungai mengalami pendangkalan. Diharapkan tidak ada lagi luapan dan genangan air di area Pasar Rogojampi,” ujarnya.

Langkah ini juga merespons keluhan para pedagang yang berjualan di area relokasi pasar daging, di mana genangan air mengganggu aktivitas perdagangan saat hujan turun.

Kepala Diskop UMK dan Perdagangan Banyuwangi, Nanin Oktaviantie, menambahkan bahwa pihaknya akan terus memantau proses revitalisasi Pasar Rogojampi untuk memastikan tidak ada kendala selama pelaksanaan proyek.

“Masih terus kami pantau agar tidak ada kendala saat berjalannya pengerjaan proyek,” terangnya.

Sementara itu, KPB, melalui ketuanya Agung Suryawirawan, mengapresiasi langkah-langkah pemerintah, namun Ia juga menekankan pentingnya perhatian terhadap sanitasi dan pembuangan limbah pasar.

“Kami mengapresiasi upaya Pemerintah Banyuwangi melalui Dinas Pengairan dan Dinas Koperasi Perdagangan, namun penting juga penanganan limbah pasar, jangan sampai di buang langsung ke sungaidan bisa menimbulkan pencemaran. Persoalan ini telah lama kami sampaikan kepada pelaksana proyek,” kata Agung.

KPB berharap pemerintah akan melakukan pengawasan yang ketat terhadap pelaksana proyek revitalisasi. Untuk memastikan kualitas bangunan dan memastikan agar nantinya adanya sanitasi dan sistem pembuangan limbah yang memadai.

“Kami akan terus lakukan tugas kami sebagai fungsi kontrol, agar hasil pembangunan dapat dirasakan oleh masyarakat secara optimal, sekaligus memastikan kualitas lingkungan sekitar pasar dapat terjaga dan sungai tidak tercemar,” pungkas Agung.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *