Jakarta, Actanews.id — Tingkat kepuasan pemudik Lebaran 2026 mencapai 85,3 persen, menurut survei Indikator Politik Indonesia yang melibatkan 1.200 responden pada 29 Maret–4 April 2026. Hasil ini dinilai mencerminkan keberhasilan pengelolaan arus mudik secara nyata di lapangan.
Pengamat transportasi Darmaningtyas menyebut kelancaran arus mudik, baik berangkat maupun balik, menjadi faktor utama tingginya kepuasan masyarakat. Rekayasa lalu lintas seperti contraflow dan sistem satu arah dinilai tepat karena berbasis pemantauan volume kendaraan secara real time.
Meski terdapat kepadatan di rest area, kondisi tersebut tidak berdampak signifikan terhadap kelancaran perjalanan. Keberhasilan ini juga didukung koordinasi lintas sektor yang solid antara Polri, Kementerian Perhubungan, pengelola jalan tol, serta dukungan santunan dari Jasa Raharja.
Selain itu, pemanfaatan teknologi seperti command center dan drone membantu pengambilan keputusan lebih cepat dan akurat. Pembagian peran antara perencanaan dan pelaksanaan di lapangan dinilai berjalan efektif, ditambah pendekatan humanis petugas kepada pemudik.
Darmaningtyas menegaskan, indikator keberhasilan Operasi Ketupat 2026 terlihat dari kelancaran lalu lintas dan penurunan angka kecelakaan. Ia menekankan pentingnya inovasi berkelanjutan agar kualitas pelayanan mudik terus meningkat di masa mendatang. (*)
