Actanews.id – Kebakaran lahan tebu melanda area seluas 3 hektar di Desa Kalibaru Kulon, Kecamatan Kalibaru, Banyuwangi, pada Senin (19/8/2024) siang. Kejadian ini menimbulkan kekhawatiran karena api sempat menjalar dengan cepat akibat angin kencang, mengancam lahan tebu lainnya di sekitar lokasi.
Kebakaran dilaporkan pertama kali oleh Ahmad Mufid Pradana, warga setempat, pada pukul 12.53 WIB. Menanggapi laporan tersebut, Sektor Genteng dari Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkarmat) Banyuwangi segera bergerak ke lokasi kejadian. Tim tiba di lokasi pada pukul 13.20 WIB dan langsung melakukan penyemprotan. Meski begitu, api baru bisa dipadamkan sepenuhnya pada pukul 19.00 WIB, setelah dibantu oleh damkar Sektor Srono dan Sektor Bangorejo.

Menurut keterangan yang diperoleh Dinas Damakrmat, kebakaran diduga disebabkan oleh pembakaran sisa-sisa tebu yang telah dipanen. Api kemudian menyebar dengan cepat ke lahan yang kering, menyebabkan kerusakan signifikan. Luas area yang terbakar diperkirakan mencapai 3 hektar dari total 7 hektar lahan.
“Proses pemadaman menemui sejumlah kendala, termasuk akses jalan yang sempit dan titik api yang berada di tengah area lahan, menyulitkan mobilisasi alat dan petugas,” terang Salam Bikwanto. SAP., Kasi Penyelanatan dan evakuasi Dinas Damkarmat Banyuwangi.
“Kerugian materi akibat kebakaran ini masih dalam proses estimasi,” lanjut Salam.

Kasus kebakaran lahan tebu ini menambah daftar panjang kebakaran lahan yang kerap terjadi di Banyuwangi, terutama saat musim kemarau.
