Actanews.id – Pembatalan sepihak hearing yang sudah terjadwal oleh Komisi IV Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Banyuwangi, membuat beberapa kalangan aktivis yang tergabung dalam Pemerhati Pendidikan Anak Bangsa (PPAB) kecewa.
Hal itu terlontar dari Bondan Madani, Ketua Umum Lembaga Diskusi Kajian Sosial (LDKS) Pilar Jaringan Aspirasi Rakyat (PIJAR) yang merupakan anggota dari Aliansi PPAB kepada media pada Senin (22/7/2024).
“Secara pribadi saya sangat marah kepada DPRD, tetapi sebelum hal ini terjadi saya sudah mempersiapkan kemungkinan seperti ini. Maka hari ini juga saya perintahkan teman-teman dari PIJAR untuk mengantarkan surat pemberitahuan demonstrasi di Kantor Cabang Pendidikan Banyuwangi,” ungkap Bondan.
Masih menurut Bondan, pihaknya sangat tersinggung melihat dua aktivis senior Bumi Blambangan, Mbah Munir dan Mbah Nyoto, dipermainkan seperti ini. Karena itu, sebagai anak muda, dirinya tergerak untuk turun ke jalan melakukan aksi demonstrasi.
“Insyaallah Kamis, 25 Juli besok, kami melakukan aksi di depan kantor KACABDIN Banyuwangi. Karena tadi anggota kami memberikan laporan sudah memasukkan surat pemberitahuan demonstrasi ke POLRESTA,” tuturnya.
Lebih lanjut, Bondan menjelaskan bahwa inisiatif yang dirinya lakukan ini sudah berkoordinasi dan berkomunikasi dengan kedua aktivis senior tersebut. Malah keduanya mempersilakan kami yang muda untuk bergerak dan memang sehat menjadi pelopor gerakan.
“Kami sebagai yang muda tetap izin kepada keduanya, karena bagaimanapun mereka berdualah yang menggawangi Aliansi PPAB. Dan insyaallah beliau berdua memahami tindakan atau keputusan yang telah kami ambil dari PIJAR,” pungkasnya.
“Setelah demo di depan kantor KACABDIN, ke depannya nanti kami agendakan demo di kantor DPRD Kabupaten Banyuwangi. Tetapi kita fokus persiapan demo Kamis besok saja, dan untuk itu kami sudah siap untuk kembali bergerak,” imbuhnya.
