Golkar Kota Malang Masuki Era Baru, Djoko Prihatin Resmi Pimpin DPD 2025–2030

MALANG, JAWA TIMUR, Actanews.id – Kepemimpinan Dewan Pengurus Daerah (DPD) Partai Golkar Kota Malang resmi ditetapkan. Djoko Prihatin menjabat sebagai Ketua periode 2025–2030 setelah terbitnya Surat Keputusan (SK) Nomor KEP-61/DPD I/PG-JATIM/I/2026 dari DPD Partai Golkar Jawa Timur.

Momentum pengesahan berlangsung pada Minggu (1/2/2026) sore, di Kantor DPD Golkar Jalan Panglima Sudirman No. 91, Kecamatan Klojen. Acara ditandai dengan pembukaan segel kantor, rapat pleno perdana, dan konferensi pers, sekaligus menandai berakhirnya seluruh rangkaian Musyawarah Daerah (Musda).

Ia menjelaskan tahapan Musda dimulai dari pendaftaran bakal calon ketua pada 13 Desember 2025, pelaksanaan Musda pada 14 Desember 2025, hingga pengiriman susunan formatur ke provinsi pada 14 Januari 2026. SK resmi diterbitkan pada 28 Januari 2026. “Secara de facto saya terpilih sejak 18 Desember 2025, dan secara de jure dinyatakan sah pada 28 Januari 2026. SK ini bersifat final dan mutlak karena beriringan dengan keputusan DPD Provinsi dan DPP Partai Golkar,” tegasnya. Djoko menambahkan bahwa dari tiga bakal calon yang mendaftar, hanya dirinya yang memenuhi persyaratan sesuai aturan partai.

Pada kesempatan tersebut, Djoko memperkenalkan jajaran pengurus inti dan bidang: Sekretaris Teguh Darwanto, Bendahara Hendi Suryo Leksono, Wakil Ketua Bidang Organisasi Suryadi, Wakil Ketua Bidang Pemenangan Pemilu Blimbing Edi Wijanarko, Wakil Ketua Bidang Pemenangan Pemilu Sukun Tinik Wijayanti, Wakil Ketua Bidang Pemberdayaan Perempuan Kartika, Wakil Ketua Bidang Pemenangan Pemilu Kedungkandang Sri Mulyana, serta Wakil Ketua Bidang Hukum dan HAM Djoko Tritjahjana.

“SK yang kami pegang akan kami bacakan dalam rapat pleno pertama sebagai bagian dari keterbukaan dan komitmen untuk segera bekerja membangun Partai Golkar Kota Malang,” jelas Djoko.

Struktur kepengurusan baru memadukan kader senior dengan wajah baru, disusun secara inklusif untuk merangkul seluruh elemen partai. “Kami ingin menutup seluruh dinamika yang ada. Tidak boleh ada individu yang lebih besar dari partai. Golkar adalah rumah bagi semua kader, mari kita bersatu membangun pohon beringin,” ujarnya.

Komitmen utama kepengurusan adalah menjadikan Golkar sebagai partai maju, modern, solutif, serta berkontribusi bagi kesejahteraan masyarakat Kota Malang. Konsolidasi menyeluruh akan segera dilakukan untuk menyatukan seluruh kader, mulai dari tingkat cabang hingga ranting di seluruh wilayah kota.

Sementara itu, Ketua Fraksi Partai Golkar DPRD Kota Malang, Suryadi, menyatakan bahwa kepengurusan baru menjadi tonggak sejarah baru bagi Golkar Kota Malang. “Kami akan memulai dengan konsolidasi internal, kemudian menyusun program kerja untuk periode 2025–2030. Dinamika dalam partai adalah hal biasa dan justru menjadi penguat,” ujarnya.

Menurut Suryadi, kepengurusan ini mencerminkan kolaborasi lintas generasi, unsur kepemudaan, dan kesinambungan antara pengurus lama dan baru. “Golkar punya prinsip merangkul, bukan memukul. Mohon doa dan restu dari seluruh masyarakat agar kami dapat bekerja dan memberikan kontribusi nyata bagi kemajuan Kota Malang,” ujarnya.

Ia menambahkan, “Beban ringan sama dijinjing, berat sama dipikul,” pungkasnya. Dengan dibukanya segel kantor dan digelarnya rapat pleno pertama, Partai Golkar Kota Malang menatap masa depan dengan optimisme. (XL)