Actanews.id – Dalam semangat Gerakan Indonesia Bersih, masyarakat Banyuwangi memperingati Idul Adha 1445 H / 2024 M dengan langkah konkret untuk mengurangi sampah plastik. Gerakan yang diinisiasi oleh Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) ini menjadi momentum penting bagi seluruh lapisan masyarakat untuk menunjukkan kepedulian terhadap lingkungan.

Agung Kuswandono, Sekretaris Komite Pengawas Pajak (Komwas) Kementerian Keuangan RI, merayakan Idul Adha tahun ini di kampung halamannya, Banyuwangi. Ia memastikan bahwa dalam pembagian daging qurban, tidak ada penggunaan plastik. Sebagai gantinya, keranjang bambu yang dialasi daun jati dipilih sebagai wadah. “Keranjang bambu ini cukup kuat untuk dimanfaatkan ulang, misalnya sebagai kemasan bumbu dapur,” jelas Agung.
Menurut Agung, sampah adalah musuh bersama, dan menjaga Indonesia tetap bersih adalah tanggung jawab kita semua. “Gerakan Indonesia Bersih adalah gerakan kita bersama. Sampah adalah musuh kita bersama. Menjaga Indonesia bersih adalah tanggung jawab kita semua,” tegasnya.

Dalam perayaan ini, Ia juga mengedukasi warga penerima daging qurban agar tidak lagi menggunakan plastik. “Kami edukasi tidak perlu pakai plastik. Kalau dapat banyak, keranjang bambu gampang dibawa. Bawa banyak pun tidak repot menentengnya,” tambah Agung.
Sejak 2015, edukasi semacam ini rutin dilakukan. Agung menekankan pentingnya memulai dari diri sendiri untuk tidak menggunakan bahan plastik. “Ini gerakan kita bersama dan kita harus memulainya dari diri sendiri,” ujarnya.
Ibu Yani Agung Kuswandono, juga turut mendukung gerakan ini. Ia mengapresiasi karya pengrajin lokal Desa Wangkal, Banyuwangi, yang memproduksi keranjang bambu. “Alhamdulillah, berkat dorongan pemerintah untuk mengurangi sampah plastik, pesanan keranjang dan besek bambu membludak, rezeki pengrajin lokal,” kata Yani.
Ia juga menambahkan bahwa keluarganya telah konsisten menggunakan keranjang bambu sebagai wadah daging qurban selama beberapa tahun terakhir.
Gerakan Indonesia Bersih yang diprakarsai KLHK ini mengajak seluruh masyarakat Indonesia untuk lebih peduli dalam mengurangi produksi sampah dan mengelola sampah harian, terutama sampah plastik, dengan lebih baik. Momen Idul Adha di Banyuwangi menjadi contoh nyata bagaimana gerakan ini dapat diimplementasikan dengan baik dan memberikan manfaat bagi lingkungan serta perekonomian lokal.
Sementara itu, Mbah Kusmi, (85), warga lingkungan Cungking, Kelurahan Mojopanggung, Banyuwangi mengaku senang mendapatkan daging kurban dari Agung Kuswandono. Sehari sebelumnya, ia telah menerima kupon antrean.

Mbah Kusmi menyebut wadah keranjang bambu untuk daging kurban sebagai sesuatu yang unik. “Unik ya. Dulu pakai tas kresek, sekarang pakai keranjang bambu. Ini bagus, selain ramah lingkungan juga tidak bocor,” ujarnya. (I-Triadi)
