Banyuwangi, Actanews.id – Forum Penyelamat Demokrasi (FPD) yang dipimpin oleh Amrullah dan Edy Gempur menggelar aksi demonstrasi di depan kantor DPRD Banyuwangi pada Rabu (21/8/2024) pagi, bertepatan dengan pelantikan 50 anggota DPRD periode 2024-2029. Aksi ini dilakukan untuk menuntut agar partai politik (parpol) di Banyuwangi bebas dari tekanan politik yang dinilai merusak proses demokrasi di daerah tersebut.
Dalam pernyataannya, Amrullah mengungkapkan kekhawatirannya terhadap kondisi demokrasi di Banyuwangi yang semakin terancam. “Sudah terlihat jelas adanya indikasi bahwa semua rekomendasi partai politik diborong oleh pihak petahana. Ini tidak baik bagi demokrasi, dan bisa mengganggu kelangsungan kehidupan demokratis di Banyuwangi,” ujarnya dengan tegas.

Ia juga menyoroti besarnya anggaran yang telah dikeluarkan oleh negara, hingga puluhan miliar rupiah untuk penyelenggaraan pemilu, termasuk untuk KPU dan pengamanan, namun hasilnya justru memunculkan calon tunggal yang dianggap membahayakan demokrasi.
“Demokrasi itu seharusnya mengutamakan pilihan rakyat, bukan kotak kosong. Karena itu, kami memberikan tekanan kepada partai politik di Banyuwangi agar tidak mengatur-atur pemilihan dengan hanya menyisakan kotak kosong sebagai pilihan. Ini bisa membunuh demokrasi dan regenerasi kepemimpinan di Banyuwangi,” tambah Amrullah.
FPD juga menyoroti potensi munculnya tindak pidana korupsi akibat politik transaksional dan dinasti yang mereka yakini akan semakin marak jika fenomena calon tunggal terus terjadi.
“Ketika politik biaya tinggi terjadi, dan ditambah dengan politik dinasti, maka akan banyak dugaan korupsi yang terungkap dan merusak sistem yang ada. Ini tidak hanya merugikan keuangan negara, tetapi juga merusak tatanan demokrasi,” tegasnya.

Sebagai bentuk perlawanan, FPD merencanakan aksi demo lanjutan pada tanggal 27, 28, dan 29 Avustus 2024 dengan mendarangi KPU Banyuwangi jika kotak kosong tetap dipaksakan dalam pemilihan.
“Kami akan mendirikan pos pemenangan kotak kosong di seluruh kelurahan dan desa di Kabupaten Banyuwangi. Ini adalah bentuk kepedulian kami untuk menegakkan demokrasi yang seharusnya berjalan dengan baik,” tutup Amrullah, menegaskan bahwa perjuangan mereka adalah untuk memastikan demokrasi di Banyuwangi berjalan.
