Jakarta – Memasuki hari kedelapan (H8) Operasi Zebra 2025, pelaksanaan operasi di seluruh Indonesia dilaporkan tetap stabil. Kakorlantas Polri Irjen Pol. Drs. Agus Suryonugroho, S.H., M.Hum., menegaskan bahwa fase H8 menjadi momentum penting untuk mengevaluasi berbagai kendala menjelang pekan kedua operasi, sekaligus memperkuat langkah strategis untuk meningkatkan keselamatan lalu lintas.
Sesuai arahan Kapolri Jenderal Pol. Drs. Listyo Sigit Prabowo, M.Si., Operasi Zebra tahun ini mengedepankan edukasi, pengawasan, dan penegakan hukum berbasis data dalam rangka menciptakan keamanan dan keselamatan lalu lintas menjelang libur Natal dan Tahun Baru 2026.
Menanggapi hasil evaluasi harian, Kakorlantas menekankan pentingnya kecepatan respons jajaran dalam menyesuaikan kebijakan.
“Kebijakan harus bergerak mengikuti data, dan respons jajaran harus cepat,” ujarnya, Selasa (25/11/2025).
Salah satu fokus utama adalah peningkatan edukasi masyarakat. Kakorlantas menginstruksikan jajaran untuk memperluas pembinaan kepada tiga sasaran prioritas: sekolah, komunitas, dan perusahaan. Langkah ini menjadi bagian dari lima arahan tindak lanjut H8 untuk memastikan operasi berjalan efektif, objektif, dan menyentuh langsung masyarakat.
Selain edukasi, optimalisasi Electronic Traffic Law Enforcement (E-TLE) menjadi sorotan. E-TLE dinilai mampu menghadirkan penegakan hukum yang objektif, transparan, dan minim interaksi langsung.
Pada hari kedelapan, penindakan mencatat 642.865 perkara, dengan dominasi pada e-TLE statis (59.681 perkara) dan e-TLE mobile (55.382 perkara). Meski penindakan tegas, pendekatan humanis tetap dikedepankan melalui pemberian 519.679 teguran kepada pelanggar.
Untuk menekan potensi pelanggaran dan kecelakaan, Kakorlantas menekankan peningkatan patroli adaptif pada malam hari, terutama untuk memberantas aksi balap liar dan meningkatkan keamanan pejalan kaki.
Angka pencegahan selama H8 tercatat signifikan, yaitu 1.413.711 kegiatan, dengan patroli dan turjawali menjadi komponen terbesar, yakni 888.621 kegiatan.
Selain itu, tindakan khusus terhadap gangguan kamtibcarlantas juga ditingkatkan:
- 846 kegiatan penertiban balap liar,
- 602 kendaraan diamankan,
- 2.282 kegiatan untuk pengamanan pejalan kaki, termasuk penyeberangan dan zona sekolah.
Fondasi edukasi terus diperkuat. Pada H8, kegiatan penyuluhan dan pembinaan mencapai 162.046 kegiatan. Penyebaran materi edukasi bahkan menembus lebih dari 1,5 juta materi, meliputi:
- 774.677 leaflet
- 675.465 stiker
“Edukasi adalah fondasi keselamatan. Semakin banyak masyarakat terlibat, semakin kuat budaya ketertiban,” tegas Irjen Agus.
H8 mencatat 1.539 kejadian kecelakaan, dengan 162 korban meninggal dunia. Tingginya angka ini membuat Kakorlantas meminta setiap Polres segera memperbarui daftar 10 titik rawan laka di wilayahnya masing-masing.
Ia juga memerintahkan langkah cepat di lapangan, seperti:
- pembatasan kecepatan,
- peningkatan kehadiran dan visibilitas petugas,
- penataan ulang pengaturan lalu lintas di titik berisiko.
Dukungan Publik Jadi Kunci
Di akhir arahannya, Kakorlantas menegaskan komitmen Korlantas Polri menjaga profesionalitas dan stabilitas lalu lintas nasional. Ia juga mengimbau masyarakat untuk turut mendukung Operasi Zebra 2025 dengan tertib dan disiplin berkendara.
Operasi Zebra 2025 dijadwalkan terus berjalan dengan penguatan langkah edukatif, preventif, dan penegakan hukum yang makin terintegrasi untuk menekan angka pelanggaran serta meningkatkan keselamatan pengguna jalan di Indonesia.
