Dosen UWG Ana Sopanah Konsisten Teliti Kesenian Bantengan Selama Dua Tahun Berturut-Turut

Malang, actanews.id – Dosen Universitas Widya Gama (UWG) Malang “Ana Sopanah”, kembali mencatatkan capaian akademik melalui keberhasilan penelitian tentang kesenian Bantengan selama dua tahun berturut-turut. Pada tahun 2024, Ana Sopanah mengangkat tema “nilai-nilai kearifan lokal dalam kesenian Bantengan”, Sabtu (3/1/2026).

Sementara pada tahun 2025 fokus penelitian berlanjut pada “sinergi pemerintah daerah dalam mendukung keberlanjutan kesenian Bantengan”.

Penelitian tahun 2024 menyoroti Bantengan sebagai warisan budaya yang sarat dengan nilai kearifan lokal, seperti kebersamaan, gotong royong, identitas kolektif, serta nilai spiritual yang hidup dalam praktik kesenian masyarakat. Temuan ini menegaskan bahwa Bantengan tidak hanya berfungsi sebagai seni pertunjukan, tetapi juga sebagai media transmisi nilai sosial dan budaya antar generasi.

Sementara itu, penelitian pada tahun 2025 menitikberatkan pada pentingnya **peran dan sinergi pemerintah daerah** dalam menjaga keberlanjutan kesenian Bantengan di tengah tantangan modernisasi. Kajian ini menekankan perlunya kolaborasi antara pemerintah daerah, komunitas seni, dan pelaku UMKM budaya dalam membangun tata kelola kesenian yang berkelanjutan, terencana, dan berorientasi pada penguatan ekonomi kreatif berbasis budaya lokal.

Ana Sopanah menyampaikan bahwa kesinambungan penelitian ini merupakan bentuk komitmen akademisi dalam mendukung pelestarian budaya daerah melalui pendekatan ilmiah. “Kesenian Bantengan memiliki nilai budaya dan sosial yang sangat kuat. Dukungan kebijakan dan sinergi lintas sektor menjadi kunci agar kesenian ini tetap hidup dan berkembang,” ujarnya.

Keberhasilan penelitian selama dua tahun berturut-turut ini diharapkan dapat menjadi rujukan bagi perumusan kebijakan kebudayaan daerah, sekaligus memperkuat peran perguruan tinggi dalam pengembangan dan pelestarian kesenian tradisional sebagai bagian dari pembangunan berkelanjutan.(Tim)